...

Alokasi Pupuk Subsidi Turun Hingga 50 Persen, Komisi B DPRD Dorong Pemkab Jember Carikan Solusi untuk Petani


Diposting pada 12 Agustus 2022, oleh Setwan


DPRD Jember – Asisten Vice Presiden (APV) Pupuk Indonesia Penjualan Wilayah Jawa Timur (Jatim) mencatat penyaluran pupuk urea di Kabupaten Jember, dari 59.855 ton, sudah terealisasi sebesar 42.782 ton atau mencapai 71,5 persen. Untuk alokasi pupuk bersubsidi jenis NPK alokasinya total mencapai 26.849 ton dan sudah terealisasi mencapai 26.849 ton.
Dengan kebijakan baru Kementerian Pertanian (Permentan Nomor 10 tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian, menjadi polemik. Pasalnya kuota pupuk bersubsidi di Kabupaten Jember cukup minim, dikarenakan adanya kebijakan baru tersebut dan penurunannya hingga 50 persen dari kuota yang ada.
Kenyataan di lapangan menurut Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Jember Siswono, S.IP, khususnya di tiga Kecamatan di Kabupaten Jember yakni Kecamatan Sukowono, Kecamatan Umbulsari dan Kecamatan Semboro mengalami penurunan alokasi yang sebelumnya sudah terdata. “Penurunan alokasi kuota pupuk bersubsidi khususnya dari laporan masyarakat 3 kecamatan ini menurun hingga 50 persen, sehingga ini menjadi sangat ironis sekali,” ujarnya saat dikonfirmasi di DPRD Jember, Kamis 11 Agustus 2022. Misalnya saja di Kecamatan Umbulsari pasca adanya kebijakan baru dari Kementan ini, dalam e-RDKK awal sudah terinput kuota mencapai 2.075 ton tetapi setelah di update e-RDKK dengan kebijakan baru menjadi 1.002 ton saja. “Apalagi dengan kebijakan baru ini membuat komoditi pengguna pupuk bersubsidi seperti tembakau dan jeruk sudah dicoret,” imbuhnya.

Berdasarkan kondisi tersebut, Politisi Partai Gerindra ini menegaskan agar Pemerintah Kabupaten Jember hadir untuk memberikan kepastian kesejahteraan kepada masyarakat Jember. “Jadi Bupati melalui janji kampanyenya untuk mensejahterakan masyarakat, harus bisa mencarikan solusi untuk persoalan masyarakat ini,” terangnya.
Maka dirinya meminta kepada Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember untuk bisa memberikan alokasi yang tersisa diakhir tahun untuk dimajukan distribusinya. “Sehingga untuk alokasi akhir tahunnya biar Pemerintah Daerah dan wakil rakyat ini yang mencarikan solusinya nanti,” tuturnya.
Siswono menambahkan, untuk alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Jember pada tahun ini hanya 500 juta saja dan ini sangat kurang, mengingat masyarakat Jember banyak yang berprofesi sebagai petani. “Ini harus jadi perharian serius soal pertanian ini, karena petani sangat bergantung pada pupuk. Tadi juga Dinas mengaku siap untuk menambah alokasi anggarannya tetapi semua tergantung pada kebijakan pemerintah,” tutupnya.


Dilihat sebanyak : 364 kaliBagikan ke Whatsapp