...

BAHAN MAKANAN TAMBAHAN UNTUK IBU HAMIL DAN BALITA DENGAN MEMANFAATKAN KEARIFAN PANGAN LOKAL


Diposting pada 18 Mei 2022, oleh DINKES


Dinas Kesehatan menjadi Narasumber dalam kegiatan kemitraan di Kampung KB dan Pemberdayaan Kampung KB dalam upaya penurunan Stunting.

Adapun materi yang disampaikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jember adalah “Pengolahan dan Pemilihan Bahan Makanan Bergizi yang Bersumber Kearifan Lokal dalam Rangka Penurunan Stunting di Kampung KB.”

Pada Kesempatan kali ini Kepala Dinas Kesehatan menugaskan Ahli Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Jember , Farida Hary, SST. Karena adanya kegiatan ibu kepala Dinas Kesehatan yang bersamaan.

Sebelumnya perlu kami sampaikan  Stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. 

Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya. Kementrian Kesehatan menegaskan bahwa stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas masyarakat Indonesia. Bukan hanya mengganggu pertumbuhan fisik, anak-anak juga mengalami gangguan perkembangan otak yang akan memengaruhi kemampuan dan prestasi mereka. Selain itu, anak yang menderita stunting akan memiliki riwayat kesehatan buruk karena daya tahan tubuh yang juga buruk. 

Stunting juga bisa menurun ke generasi berikutnya bila tidak ditangani dengan serius.

Faktor-faktor yang Menyebabkan Stunting

1.      Kurang Gizi dalam Waktu Lama.

Penyebab stunting pada dasarnya sudah bisa terjadi sejak anak berada di dalam kandungan. Sebab, sejak di dalam kandungan, anak bisa jadi mengalami masalah kurang gizi. Penyebabnya, adalah karena sang ibu tidak memiliki akses terhadap makanan sehat dan bergizi, sehingga menyebabkan buah hatinya turut kekurangan nutrisi. Selain itu, rendahnya asupan vitamin dan mineral yang dikonsumsi ibu juga bisa ikut memengaruhi kondisi malnutrisi janin. Kekurangan gizi sejak dalam kandungan inilah yang juga bisa menjadi penyebab terbesar kondisi stunting pada anak.

2.      Pola Asuh Kurang Efektif.

Pola asuh yang kurang efektif juga menjadi salah satu penyebab stunting pada anak. Pola asuh di sini berkaitan dengan perilaku dan praktik pemberian makanan kepada anak. Bila orang tua tidak memberikan asupan gizi yang baik, maka anak bisa mengalami stunting. Selain itu, faktor ibu yang masa remaja dan kehamilannya kurang nutrisi serta masa laktasi yang kurang baik juga dapat memengaruhi pertumbuhan dan otak anak.

3.      Pola Makan

Rendahnya akses terhadap makanan dengan nilai gizi tinggi serta menu makanan yang tidak seimbang dapat memengaruhi pertumbuhan anak dan meningkatkan risiko stunting. Hal ini dikarenakan ibu kurang mengerti tentang konsep gizi sebelum, saat, dan setelah melahirkan.

4.      Sakit Infeksi yang Berulang

Sakit infeksi yang berulang pada anak disebabkan oleh sistem imunitas tubuh yang tidak bekerja secara maksimal. Saat imunitas tubuh anak tidak berfungsi baik, maka risiko terkena berbagai jenis gangguan kesehatan, termasuk stunting, menjadi lebih tinggi. Karena stunting adalah penyakit yang rentan menyerang anak, ada baiknya Anda selalu memastikan imunitas buah hati terjaga sehingga terhindar dari infeksi.

5.      Faktor Sanitasi

Sanitasi yang buruk serta keterbatasan akses pada air bersih akan mempertinggi risiko stunting pada anak. Bila anak tumbuh di lingkungan dengan sanitasi dan kondisi air yang tidak layak, hal ini dapat memengaruhi pertumbuhannya. Rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan juga merupakan salah satu faktor penyebab stunting

 

Cara Mencegah Stunting

1.      Pahami Konsep Gizi

Pastikan Anda mendapatkan asupan gizi yang cukup setiap hari, terlebih saat masa kehamilan. Pahami konsep gizi dengan baik dan terapkan dalam pola asuh anak.

2.      Pilihan Menu Beragam

Upayakan untuk selalu memberi menu makanan yang beragam untuk anak. Jangan lupakan faktor gizi dan nutrisi yang dibutuhkan mereka setiap harinya. Saat masa kehamilan dan setelahnya, ibu pun perlu mendapatkan gizi yang baik dan seimbang agar dapat menghindari masalah stunting.

3.      Pentingnya ASI

Air susu ibu (ASI) mengandung banyak gizi baik yang dapat menunjang pertumbuhan anak. Dalam ASI, terdapat zat yang dapat membangun sistem imun anak sehingga menjauhkan mereka dari berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah stunting.

4.      Tingkatkan Kebersihan

Faktor sanitasi dan akses air bersih menjadi salah satu fokus yang bisa kita lakukan untuk mencegah stunting pada anak. Karena apabila tangan kotor, bukan tidak mungkin kuman menjangkiti makanan yang masuk ke dalam tubuh sehingga menyebabkan masalah kurang gizi. Dalam waktu lama, masalah kurang gizi yang berkepanjangan tersebut dapat menyebabkan stunting.

 

Kearifan lokal pandangan hidup dan pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal. Sebagai bagian dari budaya yang secara turun menurun diwariskan sebagai satu nilai kebijakan yang dapat dianut.

Upaya spesifik yang dilakukan adalah untuk mengatasi penyebab langsung dari stunting yaitu kondisi kesehatan yang tidak optimal dan asupan nutrisi yang tidak optimal serta kurangnya pengetahuan ibu tentang pola pemberian makanan bayi dan balita.

Dengan pemberian makanan local diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup masayarakat di sekitar karena bahan makanan yang kita beli dan juga karena menggunakan pangan local tetunya akan sesuai dengan lidah balita dan ibu hamil penerima makanan tambahan. Adapun contoh menu local antara lain : Bubur Sayuran, Nugget Ikan dan Sayuran, dll)

 

Pergi ke TPI membeli kepiting

Untuk dimakan bersama teman

Sejak dini cegah stunting

Utamakan 1000 Hari Pertama dalam Kehidupan


Dilihat sebanyak : 108 kaliBagikan ke Whatsapp