...

Dialog OPSI (Opini dan Aspirasi ) LPP RRI Jember dengan topik Membangun Langkah Sinergis Perumda Perkebunan Kahyangan Jember Bersama Perguruan Tinggi


Diposting pada 29 Juni 2022, oleh PDP


Pada Hari Selasa,28 Juni 2022 Bertempat di Studio RRI Pro 1 Jember diadakan dialog OPSI (Opini dan Aspirasi ) LPP RRI Jember. Topik Dialog kali ini adalah Membangun Langkah Sinergis Perumda Perkebunan Kahyangan Jember Bersama Perguruan Tinggi. Hadir sebagai Nara sumber :   

1. Sofyan Sauri, S.M (Direktur Utama Perumda Perkebunan Kahyangan Jember)

                                                      2. Ihrom Caesar. S.E.M.Akum (STIE Mandala Jember)

                                                      3. Ir.Sujadmiko (Pemerhati Sosial Perkebunan)

                                                      4. M.Iksan. (Pengamat Sosial Ekonomi)

Sofyan Sauri, S.M Menyampaikan Setelah ditetapkannya perda no 2 tahun 2022, Perumda Perkebunan Kahyangan Jember melakukan langkah-langkah  sinergis dan kalaborasi dengan beberapa perguruan tinggi salah satunya  STIE Mandala. Hal yang dikerjasamakan misalnya penempatan magang, riset untuk mahasiswa kemudian mereview visi misi, penyusunan ADART,  penyusunan SOTK  sampai selesai di lanjutkan ke analisa jabatan, kemudian tupoksi dan  evaluasi jabatan yg nantinya akan berujung pada performa indikator. Indikator utama perusahaan bisa dilihat dari kunci dari perfoma masing- masing individu berdasarkan SOTK. Sebagai langkah awal untuk melakukan perubahan tersebut adalah dengan membangun sebuah sistem sesuai dengan visi misi perumda perkebunan kahyangan Jember yakni Menciptakan Perkebunan yang modern. Selain STIE Mandala ada beberapa pergguruan tinggi lain yang kerjasama dengan kami seperti  UNEJ, POLIJE, UNMUH Jember, STIE Mahardika surabaya dan FMIPA Universitas Negeri Jember; Imbuhnya

 

Menurut Ihrom Caesar, S.E.M STIE Mandala Jember, Harapan lembaga STIE Mandala sebisa mungkin berkontribusi kepada daerah dengan ikut serta terhadap pengembangan  Perumda Perkebunan Kahyangan Jember dalam hal pembangunan sistem baik tata kelola, sampai proses bisnis dan sistem unsur  IT, mengacu kepada Visi misi menciptakan perkebunan yang modern karena unit pengelola dan unit bisnisnya  cukup banyak dan bisa menjadi database dan berkesinambungan nantinya.

Ihrom menambahkan, Bagi mahasiswa sendiri mereka bisa menerjemahkan apa yang disampaikan Kemendikbud Bapak Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A. dengan program MBKM yang memerintahkan mahasiswa banyak diluar/ lapangan dan dikonversi menjadi SKS atau dengan kata lain di anggap kuliah walaupun di lapangan, kalau  istilah dulu magang, akan tetapi magang disini mempunyai bobot dan nilai yang lebih spesifik.

 

Pengamat Sosial Ekonomi M. Iksan berpendapat bahwa dengan adanya kerjasama ini Potensi pergerakan ekonomi yang bisa dibaca dan perlu semangat, geliat di kabupaten Jember yang berhubungan dengan Perumda Perkebunan kahyangan Jember adalah karena minat untuk bertani milenial dari mahasiswa sangat rendah dan saat ini menjadi pelatihan kementrian pertanian untuk menumbuhkan minat bertani baik di keluarga petani maupun lainnya, karena indek dari nilai tambah pertanian kita rendah, sementara lahan pertanian berkurang kemudian penduduk bertambah itu menjadi penyebab ancaman bisnis pangan terjadi, dan itu harus menjadi catatan penting untuk Perumda Perkebunan Kahyangan Jember untuk membangun visi misinya. Jangan hanya difokuskan dalam penataan birokrasi saja karena dampak terhadap perubahan Perumda Perkebunan Kahyangan ke depan akan lambat, perlu adanya action terhadap upaya peningkatan produksi dan pemasarannya. Karena Perumda Perkebunan Kahyangan  bagian bidik dulu dimunculkan pertama kali adalah  mempunyai tujuan yang mulia yaitu menjadi bagian penting dari pendapatan daerah dan di sisi lain Perumda Perkebunan Kahyangan  juga harus memberikan kesejahteraan  dan kemakmuran kepada masyarakat Jember.

 

M. Iksan, beliau juga menegaskan, Perumda Perkebunan Kahyangan jangan hanya menekankan kepada bisnisnya saja akan tetapi lebih kepada usaha mikro  karena Perumda Perkebunan Kahyangan adalah unit ekonomi daerah ( BUMD ) yang fungsinya adalah fungsi ekonomi dan fungsi sosial. Jadi mengatasinya tidak bisa  hanya dengan mengatasi manajemen didalam akan tetapi perlu adanya keterlibatan semua pihak mulai dari Bupati, DPRD, Pemerintah pusat agar program PDP dapat segera telaksana.

 

Dalam kesempatan itu juga hadir dari Pemerhati sosial Perkebunan, sekaligus sebagai  Ketua asosiasi petani kopi Jember Beliau adalah  mantan Direktur Utama Perumda Perkebunan Kahyangan Jember Ir. Sujatmiko, menyampaikan karena unsur Perumda Perkebunan Kahyangan  itu adalah ekonomi dan sosial politik maka kebijakannya juga melalui kebijakan politik  oleh karena situasi dan kondisi yang mau tidak mau harus di terima walaupun hal tersebut tidak di inginkan, dan  ini menjadi permasalahan yang klasik di PDP. Perlu adanya terobosan-terobosan  baru untuk bisa melakukan perubahan di Perumda Perkebunan Kahyangan dalam hal ekonomi bisnis dan proaktif action terhadap peningkatan produksinya juga.

 

Di sela-sela akhir dialog direktur Utama Perumda Perkebunan Kahyangan  Sofyan Sauri, S.M menambahkan bahwa selain kerja sama dengan perguruan tinggi kami juga bekerja sama dengan pihak luar terkait dengan hal peningkatan dan mengenalkan produk - produk sampai  ke luar negeri dan kami juga merangkul MPIG ( Masyarakat Peduli indikasi Geografis ) Mulai dari Kebun PDP Bagian Barat sampai bagian timur untuk menggali potensi yang ada utamanya dalam dunia perkopian untuk bisanya nanti mendapatkan income yang lebih besar.


Dilihat sebanyak : 237 kaliBagikan ke Whatsapp