...

Distribusi Kartu Tani Kecamatan Patrang, Kondisi Sakit Petani Tetap Mengambil


Diposting pada 24 November 2022, oleh DTPHP


Pak Suhartono, petani penerima Kartu Tani dari Kelurahan Slawu walaupun dalam kondisi sakit stroke tetap semangat dengan diantarkan keluarganya untuk mengambil Kartu Tani di Kantor Kelurahan Slawu. Distribusi Kartu Tani di Kecamatan Patrang diselenggarakan selama dua hari, Rabu dan Kamis, Tanggal 23 dan 24 November 2022 di 8 Kelurahan dengan jumlah Kartu Tani sebanyak 1.006 kartu. Kelurahan Gebang sebanyak 66 kartu, Slawu sebanyak 95 kartu, Jember Lor 72 kartu, Kelurahan Patrang 64 kartu, Banjarsengon 201 kartu, Jumerto 85 kartu, Bintoro 223 kartu, dan Baratan sebanyak 200 Kartu Tani.

Distribusi Kartu Tani berjalan dengan tertib, sejak pagi petani yang datang langsung mengambil kartu antrian, kemudian menunjukkan persyaratan yang di bawa yaitu KTP asli dan foto kopi KTP kepada petugas untuk di cek kesesuaian dengan data penerima. Petugas pendamping distribusi Kartu Tani adalah penyuluh pertanian Kecamatan Patrang dibantu petugas penyuluh se BPP Sumbersari, dengan bantuan fasilitas tempat di Kelurahan se Kecamatan Patrang. Setelah data sesuai petani bisa mengambil Kartu Tani dengan pelayanan dari petugas Bank BNI Jember. 

Nantinya pembagian Kartu Tani akan bertahap diserahkan kepada petani penerima se Kabupaten Jember. Sampai saat ini di Kabupaten Jember penggunaan Kartu Tani dalam Pembelian pupuk bersubsidi dari sistem cash and carry  ke cashless menggunakan kartu tani masih membutuhkan waktu dalam penerapannya, mengingat belum semua petani menerima Kartu Tani dan masih banyak petani yang belum memahami penggunaannya. Karenanya, sosialisasi penggunaan kartu tani terus diintensifkan. Dari Kartu Tani ada fungsi informasi, edukasi dan transaksi yang menjadi satu.

Selain bermanfaat bagi petani itu sendiri, juga bermanfaat dan memberikan kemudahan bagi pengecer, penyedia pupuk dan juga pemerintah. Manfaat bagi para petani, yakni memastikan kapasitas pupuk bersubsidi masing-masing petani, menumbuhkan kebiasaan menabung, kemudahan mendapatkan bantuan lainnya karena petani sudah terdata di data base serta inklusi dan literasi keuangan, contohnya petani bisa mengakses KUR yang nantinya akan terintegrasi dalan Kartu Tani. Manfaat bagi pengecer, yaitu berupa kemudahan dalam pencatatan penjualan pupuk, dana hasil pembelian pupuk dari petani dapat langsung masuk rekening simpanan dan sebagai agen BNI. Bagi produsen pupuk memperoleh manfaat berupa tersedianya informasi kebutuhan pupuk beserta sebaran wilayahnya. Selain itu, distribusi pupuk lebih akurat dan tepat sasaran dan managemen stok dan perkiraan produksi pupuk. Sementara manfaat yang diperolah bagi Pemerintah yakni ketersediaan data by name by address yang valid, penyaluran pupuk subsidi tepat sasaran, kemudahan monitoring dan evaluasi kegiatan pertanian di wilayahnya.


Dilihat sebanyak : 77 kaliBagikan ke Whatsapp