...

GERAKAN DETEKSI DINI DALAM RANGKA HARI HIPERTENSI SEDUNIA (HHS) DI KABUPATEN JEMBER


Diposting pada 13 Mei 2022, oleh DINKES


 

Penyakit Tidak Menular (PTM) saat ini merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia, karena menjadi penyebab tingginya angka kesakitan, kematian serta berdampak besar terhadap biaya dan produktifitas. Selain itu, diketahui bahwa PTM merupakan komorbid yang menyebabkan tingginya angka kematian pada kasus COVID-19.

Salah satu PTM yang memiliki prevalensi tertinggi di Indonesia adalah Hipertensi, berdasarkan data Riskesdas 2018 diperkirakan 4 dari 10 orang di Indonesia menyandang hipertensi (34,1%). Hipertensi dikenal sebagai "silent killer" karena sering muncul tanpa gejala dan keluhan yang berarti namun dapat mengakibatkan munculnya komplikasi bahkan kematian. Hal ini disebabkan karena tidak terdeteksi sejak dini yang berdampak pada lambatnya penanganan. Oleh karena itu deteksi dini menjadi salah satu strategi penting dalam pencegahan dan penanggulangan PTM di Indonesia yang dituangkan dalam target Rencana Strategis Kementerian Kesehatan.

Gerakan deteksi dini PTM dilakukan sebagai upaya untuk mempercepat capaian indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan di Kabupaten/ Kota yang ditargetkan pada tahun 2022 mencapai sekitar 90 juta orang. Pentingnya gerakan deteksi dini dalam upaya Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular (P2PTM) menjadi salah satu target Rencana Strategis yang perlu dicapai, tentu juga diiringi dengan dukungan penguatan promosi kesehatan dan tatalaksana yang standar.

Dalam rangka meningkatkan kesadaran keikutsertaan masyarakat untuk melakukan deteksi dini, maka pada peringatan Hari Hipertensi Sedunia tahun 2022 yang diperingati pada tanggal 17 Mei dengan tema Global Hari Hipertensi Dunia yang diusung pada tahun 2022 adalah “CEGAH DAN KENDALIKAN HIPERTENSI UNTUK HIDUP SEHAT LEBIH LAMA”. Tema ini dimaksudkan untuk  meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat yang dimulai dari keluarga antara lain :

a.        mencegah dan mengendalikan hipertensi

b.        melakukan pengukuran tekanan darah secara berkala

c.         hipertensi dapat dicegah dan diobati.

Gerakan deteksi dini yang diselenggarakan meliputi pemeriksaan kesehatan dan penyebarluasan informasi dan edukasi tentang Hipertensi dan PTM lainnya serta penguatan kegiatan gerakan deteksi dini. Kegiatan tersebut dilakukan serentak mulai tangga 17 Mei s/d 17 Juni 2022 di semua wilayah Kabupaten Jember. Gerakan deteksi dini yang dilaksanakan meliputi pemeriksaan antropometri, tekanan darah dan gula darah serta pemeriksaan tajam penglihatan dan tajam di semua Posbindu PTM, integrasi kegiatan dengan Posyandu balita dengan sasaran ibu-ibu balita, Posyandu lansia, Puskesmas keliling, Usaha Kesehatan Kerja (UKK) dan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) serta berintegrasi dengan kegiatan vaksinasi covid-19 pada saat skrining covid-19.

Pemeriksaan Posbindu dilakukan di semua desa di wilayah Kabupaten Jember sebanyak 248 posbindu. Integrasi program deteksi dini  merupakan salah satu strategi pendekatan untuk memadukan dan menyelaraskan berbagai kepentingan dan kegiatan, yang dimulai dari perencanaan, penggerakan/pelaksanaan kegiatan serta monitoring dan evaluasi dalam meningkatkan tercapainya hasil pelaksanaan program kesehatan secara efektif dan efisien serta melaksanakan sosialisasi dan diseminasi informasi tentang Hipertensi melalui berbagai media cetak, elektronik, dan media tradisional serta pemasangan spanduk, umbul-umbul berisi pesan tentang Hipertensi.     

Manfaat gerakan deteksi dini PTM sangat penting dilaksanakan agar dapat diketahui kondisi seseorang sejak dini, apakah dia sehat, atau sudah memiliki faktor risiko PTM atau sudah menyandang PTM. Berdasarkan hasil deteksi dini tersebut setiap orang akan ditindaklanjuti dengan pemberian edukasi CERDIK (Cek Kesehatan Berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet gizi seimbang, Istirahat cukup, Kelola stres) untuk yang sehat agar meningkatkan imunitas tubuhnya sedangkan bagi penyandang PTM diberikan edukasi PATUH (Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter, Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat, Tetap diet dengan gizi seimbang, Upayakan aktifitas fisik dengan aman, Hindari asap rokok, alkohol dan zat adiktif) agar tidak terjadi komplikasi pada penyandang PTM.

Diharapkan Peringatan Hari Hipertensi Sedunia (HHS) tahun 2022 merupakan momentum bagi kita semua untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melakukan pencegahan terjadinya Hipertensi dan PTM lainnya serta memberikan edukasi tentang pentingnya deteksi dini dan pengobatan dan pencegahan terjadinya komplikasi. Upaya tersebut memerlukan kerja sama dan koordinasi serta dukungan lintas program dan lintas sektor secara masif dan terintegrasi.


Dilihat sebanyak : 244 kaliBagikan ke Whatsapp