...

KEGIATAN KLARIFIKASI TAKSASI BUAH KOPI PANEN TAHUN 2022 LINGKUP KEBUN PDP KAHYANGAN JEMBER


Diposting pada 13 April 2022, oleh PDP


Dimulai Hari Senin, 21 Maret 2022 sampai dengan 25 Maret 2022, secara berurutan di Lingkup Kebun PDP Kahyangan Jember dilakukan kegiatan rutin taksasi buah kopi berikut evaluasi. Adapun kegiatan tersebut dibentuk  tim yang beranggotakan  14 orang dan dalam hal ini Direktur Produksi ,Tehnik, Pemasaran & Pengembangan (Sdr.  Moh. Izmaul Haqqi, S.TP) ditunjuk oleh Direktur Utama selaku Pembina Tim.

Klarifikasi Taksasi buah kopi ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan estimasi perolehan produksi per pohon per blok per afdeling per kebun yang akan dicapai berdasarkan data hasil Taksasi Internal masing-masing kebun dengan potensi dan kondisi buah kopi di lapangan. Taksasi dalam dua tahun terakhir ini berbeda dengan taksasi yang rutin dilaksanakan sebelumnya, dimana disamping dilakukan penghitungan buah kopi secara sampling pada Klasfikasi Pohon A (Pohon Kopi Berbuah Lebat), Pohon B (Pohon Kopi Berbuah Sedang), Pohon C (Pohon Kopi Berbuah Sedikit) dan Pohon D (Pohon Tidak Berbuah) yang mewakili hamparan/ populasi Pohon Kopi secara umum pada lokasi tersebut, juga dilakukan evaluasi dan komunikasi dua arah yang didasarkan hasil sampling petugas tim taksasi. Hasil evaluasi tersebut ditetapkan menjadi Hasil Klarifikasi Tim Taksasi yang berikutnya dilaporkan kepada Direksi untuk menjadi bahan pertimbangan dan pedoman untuk ditetapkan dalam Surat Keputusan (SK) Direktur Utama sebagai Target Produksi yang harus dicapai oleh masing-masing kebun. Hal ini juga menjadi tanggung jawab yang diberikan kepada manager kebun (dalam hal ini Administratur atau Pemimpin Kebun) dituangkan dalam Pakta Integritas (Kinerja).

Namun ada beberapa hal yang berpengaruh terhadap nilai perhitungan yang diperoleh ini adalah manajemen kebun yang ada saat ini serta keterampilan/skill tenaga taksasi saat melakukan kegiatan di lahan yang juga tidak bisa diabaikan. Perlunya memperhatikan pengelolaan faktor-faktor produksi pada tanaman kopi seperti modal, tenaga kerja, luas lahan, dan populasi tanaman untuk mencapai target produksi maksimum sesuai potensi tanaman. Pada saat yang sama kuantitas dan kualitas input harus dioptimalkan dengan mengikuti acuan kebutuhan standar pertanaman kopi.

Hasil penetapan Taksasi Buah Kopi juga digunakan sebagai pedoman perubahan besaran anggaran yang disesuaikan dengan estimasi perolehan produksi sehingga antara pendapatan dan biaya yang dikeluarkan baik untuk pemeliharaan, saat panen dan pasca panen tidak melebihi plafon yang akan disesuaikan (seperti kebutuhan tenaga kerja pemetik buah kopi, estimasi biaya yang akan dianggarkan mulai dari pemetikan, angkutan, pengolahan sampai siap dipasarkan).

Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa kegiatan taksasi buah kopi dibutuhkan sebagai gambaran umum estimasi produksi buah kopi sebagai pedoman Direksi dalam menentukan langkah strategis kedepan.


Dilihat sebanyak : 472 kaliBagikan ke Whatsapp