...

MENGGALI POTENSI PERUMDA PERKEBUNAN KAHYANGAN JEMBER MELALUI AGROWISATA BEKERJASAMA DENGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS JEMBER.


Diposting pada 30 Juli 2022, oleh PDP


Seiring dengan perkembangan zaman, sector pertanian terus mengalami tantangan berupa ketersediaan lahan pertanian yang semakin terbatas dan kemajuan teknologi pertanian yang semakin canggih serta dituntut ikut melestarikan lingkungan yang berkelanjutan. 

Potensi pertanian Indonesia salah satunya disebabkan oleh wilayah daratan yang dilewati barisan pegunungan. Kabupaten Jember termasuk dari wilayah Provinsi Jawa Timur, berada di lereng pegunungan Iyang dan Gunung Argopuro membentang ke arah selatan sampai dengan Indonesia. Letak Kabupaten Jember yang berbatasan sebelah timur dengan dataran tinggi Gunung Ijen dan sumber aliran air dari gunung Semeru, Gunung Argopuro, Pegunungan Iyang, dan pegunungan Raung dengan kondisi geografis yang sangat strategis dengan berbagai potensi sumber daya alam yang potensial, salah satunya komoditas kopi dan karet.

Perumda Perkebunan Kahyangan Jember sebagai aset Pemerintah Kabupaten Jember mengelola lahan HGU sebesar 3.800,6039 Ha, yang terbagi menjadi 3 kebun induk dan 2 kebun bagian dengan komoditi kopi dan karet sebagai komoditi utama serta cengkeh sebagai komoditi penunjang, saat ini juga sedang dikembangkan budidaya tanaman non komoditi perkebunan yang memiliki nilai ekonomis, agrowisata dan pengembangan produk hilir. 

Rencananya akan dilakukan pengembangan kebun lingkup Perumda Perkebunan Kahyangan Jember dengan tujuan agar kebun-kebun tersebut memiliki karakter dan ciri khas masing-masing. Diantaranya yang telah dilakukan perencanaan dengan menggandeng Fakultas Teknik Universitas Jember pada tahun 2020 adalah pembuatan masterplan integrated farming di Kebun Gunungpasang dan Kebun Sumberwadung yang memiliki potensi agrowisata.  

Direktur Produksi Pemasaran dan Pengembangan Moh. Izmaul Haqqi, S.TP. saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa Kebun Gunungpasang dan Kebun Sumberwadung akan dijadikan pilot project agrowisata. Hal tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa kedua Kebun tersebut memiliki pemandangan pegunungan yang indah, udara sejuk, view yang bagus, sungai yang cukup besar, sirkulasi jalan sudah diperbaiki sehingga memudahkan akses transportasi. “Oleh karena itu perencanaan bagus yang sudah dibuat di periode lalu harus dilanjutkan dengan menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi dan pihak-pihak terkait”, lanjutnya.


Dilihat sebanyak : 163 kaliBagikan ke Whatsapp