...

SIMULASI KESIAPSIAGAAN BENCANA DI KEBUN GUNUNGPASANG KECAMATAN PANTI BERSAMA RUMAH ZAKAT DAN RELAWAN DESTANA DESA SUCI KECAMATAN PANTI


Diposting pada 01 Juli 2022, oleh PDP


Rumah zakat merupakan lembaga Amil Zakat Nasional dan kemanusiaan memberdayakan Indonesia melalui pendekatan Desa Berdaya dengan programnya antara lain sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, lingkungan dan penanggulangan bencana.

Dalam rangka upaya peningkatan kapasitas dan daya dukung masyarakat terhadap desa Tangguh Bencana ( DESTANA ) di Desa Suci Kecamatan Panti pada tanggal 26 Juni 2022 bertempat di lingkungan Afdeling Gunungpasang Kebun Gunungpasang Desa Suci Kec. Panti telah di adakan kegiatan Simulasi Kesiapsiagaan Bencana. Berdasarkan kondisi geografis, Kabupaten Jember memiliki pegunungan dan lautan, berpotensi tinggi yang menyebabkan bencana alam.

Kegiatan yang bekerjasama dengan BPBD Jember tersebut juga digelar untuk memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional beberapa waktu lalu. 

Selain masyarakat setempat  mengikuti kegiatan simulasi dengan baik mereka juga sangat antusias terhadap kegiatan seperti ini; ungkap ketua acara simulasi Erik Muhammad

Erik yang merupakan anggota Rumah Zakat Action juga menjelaskan bahwa dalam kegiatan simulasi tersebut, mereka diberikan ilmu tentang bagaimana caranya untuk menyelamatkan diri ketika ada banjir dan bencana lainya.

Pada kesempatan itu hadir Administratur Kebun Gunungpasang, Sigit Wahyu, menyampaikan,   “Kami sangat sangat mendukung dan apresiasi yang sebesar-besarnya terhadap kegiatan ini Mudah-mudahan kegiatan ini nantinya akan menjadi edukasi dan pemahaman untuk masyarakat kami khususnya warga Kebun Gunungpasang bagaimana cara melakukan evakuasi diri dan lingkungannya , karena dulu pada tahun 2006 di sini pernah terjadi bencana banjir bandang dan tanah longsor yang cukup hebat dan memakan banyak korban.

Sementara itu, Parmuji, koordinator lapangan yang juga merupakan anggota BPBD Kabupaten Jember mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan agar masyarakat bisa tanggap terhadap bencana atau situasi yang mengancam tempat tinggalnya.

Melalui simulasi tersebut, menurut Parmuji, diharapkan masyarakat nantinya paham dan mengerti tentang apa yang pihaknya edukasikan. “ Misalnya masyarakat sudah paham tentang evakuasi dirinya sendiri dan lingkungannya. Semoga kedepannya ada tindak lanjut agar masyarakat tetap ingat dengan siaga bencana," tutup anggota BPBD tersebut.


Dilihat sebanyak : 80 kaliBagikan ke Whatsapp