logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

11 Tahun Terbaring karena Stroke, Nenek Ida Terima 30 Kg Beras dari Pemerintah

  • 16 September 2026
  • Dibaca 70 Kali
Bagikan Via:
11-tahun-terbaring-karena-stroke-nenek-ida-terima-30-kg-beras-dari-pemerintah-20260916

11 Tahun Terbaring karena Stroke, Nenek Ida Terima 30 Kg Beras dari Pemerintah

JEMBER 16 SEPTEMBER 2026 – Selama 11 tahun, sebagian besar hari Ida Fatnurhayati hanya berlangsung di sebuah kamar sederhana di rumahnya. Lansia berusia 70 tahun itu terbaring dalam kondisi stroke, menjalani hari-hari dengan keterbatasan untuk melakukan aktivitas secara mandiri.

Pada Rabu, 16 September 2026, suasana di rumah Nenek Ida di sebuah gang kecil yang berada di Jalan S Parman, Lingkungan Kloncing, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, sedikit berbeda. Bantuan pangan pemerintah berupa 30 kilogram beras tiba di rumahnya dan diserahkan langsung oleh Lurah Karangrejo Nachnuzi Luqman bersama Destana dan tim Puskesos Kelurahan Karangrejo.

Bagi Nenek Ida, bantuan tersebut bukan sekadar sejumlah beras. Di tengah kondisi tubuh yang membuatnya tidak dapat melakukan banyak hal secara mandiri, persediaan pangan itu menjadi penopang kebutuhan makan untuk beberapa waktu ke depan.

Selama menderita stroke, Nenek Ida lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam kamar. Aktivitasnya sangat terbatas. Untuk kebutuhan sehari-hari, ia mendapat perhatian dan bantuan dari Buse, tetangga yang tinggal tepat di samping rumahnya.

Kehadiran Buse menjadi bagian penting dalam keseharian Nenek Ida. Sebab, meski sebenarnya memiliki seorang anak, sang anak kini bekerja di Bandung sehingga tidak dapat mendampingi ibunya setiap hari di rumah.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah kelurahan. Penyaluran bantuan pangan dilakukan secara langsung dengan sistem cash on delivery (COD), sehingga bantuan tidak hanya berhenti pada proses distribusi, tetapi benar-benar diantarkan hingga ke rumah penerima manfaat.

Lurah Karangrejo Nachnuzi Luqman mengatakan, penyaluran langsung tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap warga yang membutuhkan, termasuk lansia dengan kondisi keterbatasan.

“Bantuan ini kami antar langsung agar bisa diterima oleh Nenek Ida. Semoga bantuan 30 kilogram beras ini dapat membantu memenuhi kebutuhan makan beliau untuk beberapa waktu ke depan,” ujar Nachnuzi.

Menurutnya, keberadaan warga dengan kondisi seperti Nenek Ida membutuhkan perhatian bersama. Pemerintah kelurahan bersama Puskesos terus berupaya memastikan warga yang membutuhkan dapat terjangkau pelayanan dan bantuan sesuai dengan kebutuhannya.

Bagi Nenek Ida, kedatangan bantuan tersebut menghadirkan sedikit ruang lega di tengah kesehariannya yang penuh keterbatasan. Beras yang diterima dapat menjadi persediaan pangan, sementara perhatian yang datang bersamaan dengan bantuan itu menunjukkan bahwa dirinya tidak sepenuhnya sendiri menghadapi keadaan.

“Terima kasih atas bantuan berasnya. Bantuan ini sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan makan saya,” ungkap Nenek Ida.

Kisah Nenek Ida memperlihatkan sisi lain dari sebuah penyaluran bantuan pangan. Di balik 30 kilogram beras yang sampai ke sebuah rumah di ujung gang kecil Lingkungan Kloncing, terdapat seorang lansia yang selama 11 tahun bertahan dengan kondisi stroke dan menjalani kesehariannya dalam keterbatasan.

Bantuan itu mungkin sederhana. Namun bagi Nenek Ida, 30 kilogram beras berarti persediaan makanan yang dapat membantu melewati hari-hari berikutnya. Lebih dari itu, kedatangan pemerintah hingga ke depan pintu rumah menjadi tanda bahwa warga dalam kondisi terbatas tetap mendapatkan perhatian dan pelayanan. (aji)

Galeri Foto