logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

150 KK di Desa Subo Jember Kesulitan Air Bersih, BPBD Salurkan 5.000 Liter

  • 25 Oktober 2026
  • Dibaca 5 Kali
Bagikan Via:
150-kk-di-desa-subo-jember-kesulitan-air-bersih-bpbd-salurkan-5000-liter-20261025

150 KK di Desa Subo Jember Kesulitan Air Bersih, BPBD Salurkan 5.000 Liter

JEMBER, 25 Oktober 2026 – Sebanyak 150 kepala keluarga (KK) di empat dusun di Desa Subo, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, terdampak kekeringan. Sumur warga yang menjadi sumber utama kebutuhan sehari-hari mengering akibat musim kemarau yang berlangsung sejak Agustus 2026.

Kondisi tersebut membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih. Sebagian warga terpaksa mengambil air dari sumber mata air di sekitar sungai dengan jarak sekitar 800 meter dari permukiman. Sebagian lainnya harus membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Jember kemudian melakukan pendampingan distribusi bantuan air bersih di wilayah terdampak pada Minggu (25/10/2026).

Tim BPBD tiba di lokasi sekitar pukul 11.30 WIB dan berkoordinasi dengan Kepala Desa Subo beserta perangkat desa, Babinsa, kepala dusun, RT/RW, serta warga.

Faris Fadhil, Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Jember, mengatakan distribusi air dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang mengalami kesulitan air bersih akibat kekeringan.

“Sumur-sumur warga sudah mengering sehingga masyarakat di empat dusun mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Di lokasi juga belum tersedia jaringan pipanisasi,” kata Faris.

Empat wilayah yang terdampak meliputi Dusun Kaliwining RT 02/RW 06 dengan 60 KK, Dusun Karangduren RT 02/RW 09 sebanyak 30 KK, Dusun Sanggar RT 02/RW 01 sebanyak 30 KK, serta Dusun Karang Sadang RT 04/RW 04 sebanyak 30 KK.

Dalam kegiatan tersebut, BPBD bersama YDSF menyalurkan satu truk tangki air bersih berkapasitas 5.000 liter. Air kemudian didistribusikan ke sejumlah tandon yang tersedia di lokasi terdampak.

Selain air bersih, sebanyak tujuh tandon dengan kapasitas masing-masing 1.200 liter juga telah disalurkan untuk membantu warga menyimpan persediaan air.

BPBD juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kondisi bencana kekeringan dan pentingnya menghemat penggunaan air selama musim kemarau.

Menurut Faris, distribusi air bersih perlu dilakukan secara berkelanjutan karena kebutuhan warga masih tinggi. BPBD merekomendasikan penyaluran satu truk tangki berkapasitas 5.000 liter ke wilayah tersebut setiap empat hari sekali.

“Penanganan akan terus dikoordinasikan dengan pemerintah desa dan diteruskan kepada dinas terkait agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat ditangani secara berkelanjutan,” ujarnya.

Permohonan bantuan air bersih tersebut sebelumnya disampaikan Pemerintah Desa Subo melalui surat Nomor 005/528/35.09.24/2026.

BPBD memastikan pemantauan dan pendampingan di wilayah terdampak tetap dilakukan. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi beban warga yang harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan air bersih selama kekeringan berlangsung.(tgh)

Galeri Foto