90 KK di Baratan Jember Berpotensi Terdampak Kekeringan, BPBD Cek Sumber Air Warga
- 24 Oktober 2026
- Dibaca 2 Kali
Bagikan Via:
90 KK di Baratan Jember Berpotensi Terdampak Kekeringan, BPBD Cek Sumber Air Warga
JEMBER, 24 Oktober 2026– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melakukan asesmen terhadap laporan potensi kekeringan di Jalan Rembangan, Lingkungan Cupu Wetan, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Jumat (23/10/2026). Hasil asesmen menunjukkan, sekitar 90 kepala keluarga (KK) berpotensi terdampak apabila kondisi kekeringan semakin meluas.
Asesmen dilakukan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember sebagai tindak lanjut laporan melalui Wadul Gus’e dengan ID Aduan 2110261730337 yang disampaikan Samsi Andriani. Tim juga berkoordinasi dengan perangkat RT/RW serta warga setempat untuk mengecek kondisi sumber air yang masih tersedia.
Anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, Zaenudin, mengatakan wilayah tersebut memiliki potensi mengalami kekeringan. Namun, berdasarkan pengecekan di lapangan, warga masih memiliki sejumlah sumber air alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Dari hasil asesmen, wilayah tersebut berpotensi mengalami kekeringan. Namun, saat ini masih tersedia beberapa sumber air alternatif yang dapat dimanfaatkan warga,” kata Zaenudin, Jumat.
Menurut dia, salah satu sumber air alternatif berada sekitar 150 meter dari lokasi pelapor, tepatnya di RT 03/RW 03. Selain itu, terdapat sumur milik warga bernama Suparman yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah pelapor.
BPBD juga menemukan dua titik sumur bor di wilayah RT 02/RW 03. Kedua sumur tersebut selama ini masih dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air minum dan konsumsi sehari-hari.
“Potensi dampak diperkirakan dapat mencapai sekitar 90 KK apabila kekeringan terjadi atau kondisi sumber air semakin berkurang,” ujar Zaenudin.
Dalam kegiatan tersebut, TRC BPBD melakukan koordinasi, asesmen lapangan, dokumentasi, serta pengecekan sejumlah sumber mata air yang digunakan warga. Tim kemudian kembali ke Markas BPBD Kabupaten Jember setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai.
Zaenudin menyebut kondisi di lokasi hingga saat ini masih aman dan terkendali. Belum ada kendala yang ditemukan selama proses asesmen.
Meski demikian, BPBD merekomendasikan pemantauan kondisi secara berkala. Asesmen ulang akan dilakukan dalam waktu sekitar dua minggu untuk mengetahui perkembangan ketersediaan sumber air dan potensi dampak kekeringan terhadap masyarakat.
Hasil asesmen tersebut juga akan diteruskan kepada organisasi perangkat daerah terkait sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan langkah penanganan apabila kondisi kekeringan semakin memburuk.
BPBD mengimbau masyarakat dan perangkat lingkungan untuk segera melaporkan apabila terjadi penurunan debit sumber air atau kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih. Langkah pemantauan dini dinilai penting agar potensi kekeringan dapat ditangani sebelum berdampak lebih luas terhadap warga.(tgh)