Alsintan Jember Dilengkapi GPS, Dinas TPHP Perkuat Pengawasan Pemanfaatan
- 07 September 2026
- Dibaca 15 Kali
Bagikan Via:
Alsintan Jember Dilengkapi GPS, Dinas TPHP Perkuat Pengawasan Pemanfaatan
JEMBER, 07 SEPTEMBER 2026 - Pengawasan alat dan mesin pertanian (alsintan) kini tidak hanya mengandalkan laporan kelompok tani. Sejumlah alsintan bantuan pemerintah di Jember telah dilengkapi teknologi GPS yang memungkinkan keberadaan alat dipantau.
Informasi tersebut disampaikan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Jember saat memberikan arahan kepada kelompok tani penerima bantuan dalam rapat koordinasi, Senin, 07 September 2026. Teknologi tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya memastikan alsintan digunakan sesuai peruntukannya.
Sekretaris Dinas TPHP Jember, Moch. Kosim, S.TP., M.P., menjelaskan bahwa GPS terpasang pada sejumlah alsintan, terutama traktor roda empat dan combine harvester. Dengan teknologi tersebut, keberadaan alat dapat diketahui sebagai bagian dari proses monitoring.
“Tetapi, yang menjadi catatan lagi Bapak, Ibu, di traktor roda 4 maupun combine itu ada GPS-nya, Bapak, Ibu. Jadi mesin ini ada di mana, itu orang Jakarta itu sudah tahu,” ujar Kosim.
Keberadaan teknologi tersebut kemudian diperkuat dengan tata kelola administrasi. Setiap penerima perlu memastikan proses serah terima dan dokumentasi dilakukan dengan lengkap sebelum alsintan dibawa dari lokasi penyerahan.
Pengawas Alat dan Mesin Pertanian Dinas TPHP Jember, Misnari, S.P., mengingatkan penerima agar tidak melewatkan tahapan tersebut. “Tanda tangan dulu berita acara dan semuanya bersama dokumentasi foto itu. Kalau itu sudah semuanya sampeyan selesai, boleh nanti penerima serah terima itu nanti difoto, Pak. Baru sampeyan bawa pulang,” katanya.
Pengawasan dengan demikian tidak hanya melihat keberadaan alat, tetapi juga memastikan pemanfaatannya dapat dipertanggungjawabkan. Kelompok tani perlu memastikan alsintan tetap berada dalam pengelolaan kelompok, digunakan untuk kebutuhan pertanian, serta dirawat dengan baik.
Dinas TPHP Jember juga mendorong pengelolaan biaya operasional, seperti bahan bakar, operator, dan perawatan, dilakukan secara transparan melalui kesepakatan kelompok. Langkah ini diperlukan agar pemanfaatan bantuan dapat dipertanggungjawabkan sekaligus mencegah munculnya persoalan di kemudian hari.
Pemanfaatan teknologi GPS dan tata kelola yang tertib tersebut pada akhirnya diarahkan untuk satu tujuan: memastikan alsintan bantuan pemerintah tidak sekadar menjadi aset, tetapi benar-benar bekerja di lapangan dan membantu meningkatkan efisiensi usaha tani di Jember. (fan)