Antisipasi Banjir, Normalisasi Sungai Sumbersalak di Dusun Juroju Mulai Direalisasikan
- 19 Oktober 2026
- Dibaca 143 Kali
Bagikan Via:
Antisipasi Banjir, Normalisasi Sungai Sumbersalak di Dusun Juroju Mulai Direalisasikan
JEMBER, 19 OKTOBER 2026 - Upaya mengantisipasi potensi bencana banjir terus dilakukan melalui penguatan infrastruktur pengendalian aliran sungai. Salah satunya melalui realisasi proyek normalisasi Sungai Sumbersalak yang berada di Dusun Juroju, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Senin 19 Oktober 2026.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB hingga selesai tersebut menjadi bagian dari langkah penanganan kondisi aliran sungai guna mengurangi potensi dampak banjir, terutama ketika debit air meningkat akibat tingginya curah hujan.
Dalam kegiatan tersebut, Camat Ledokombo diwakili oleh Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS) Kecamatan Ledokombo, Imam Turmudzi, Amd. Kep. Turut hadir AAn Prihantoro bersama tim survei dari Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur serta Pemerintah Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo.
Kehadiran unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan instansi teknis tingkat provinsi menunjukkan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menangani persoalan sungai yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap keselamatan masyarakat dan lingkungan sekitar.
Normalisasi sungai merupakan salah satu upaya penanganan teknis yang dapat dilakukan untuk membantu memperbaiki kondisi aliran air. Penanganan tersebut dapat mencakup pembersihan material yang menghambat aliran, pengangkatan sedimentasi, serta penataan bagian sungai sesuai hasil kajian dan kebutuhan teknis di lapangan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kondisi aliran Sungai Sumbersalak di wilayah Dusun Juroju dapat menjadi lebih baik sehingga potensi genangan maupun luapan air yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat bisa diminimalkan.
Camat Ledokombo Tekankan Pentingnya Mitigasi Bencana
Mewakili Camat Ledokombo, Imam Turmudzi menyampaikan bahwa upaya normalisasi sungai merupakan langkah penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir yang dapat terjadi ketika curah hujan tinggi.
Menurutnya, penanganan sungai membutuhkan perhatian bersama, baik dari pemerintah maupun masyarakat. Selain dukungan pembangunan infrastruktur, kesadaran menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai juga menjadi faktor penting untuk membantu menjaga kelancaran aliran air.
“Normalisasi Sungai Sumbersalak ini diharapkan dapat membantu mengurangi potensi dampak banjir, khususnya bagi masyarakat di Dusun Juroju. Kami dari Pemerintah Kecamatan Ledokombo mendukung langkah-langkah mitigasi bencana yang dilakukan melalui koordinasi dengan instansi terkait dan pemerintah desa,” ujar Imam Turmudzi.
Ia juga menekankan bahwa upaya pencegahan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Penanganan sungai tidak hanya berfokus pada pekerjaan fisik, tetapi juga perlu disertai pemantauan kondisi aliran air, pemeliharaan lingkungan, serta peningkatan kewaspadaan masyarakat, terutama saat memasuki periode dengan intensitas hujan tinggi.
Sinergi Pemerintah dan Instansi Teknis
Keterlibatan Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur melalui AAn Prihantoro dan tim survei menjadi bagian penting dalam upaya penanganan sungai berdasarkan kondisi serta kebutuhan teknis di lapangan.
Koordinasi dengan pemerintah desa juga diperlukan untuk memastikan penanganan sungai memperhatikan kondisi wilayah, potensi risiko, serta kebutuhan masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai. Dengan demikian, pelaksanaan normalisasi diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat setempat.
Pemerintah Desa Sumbersalak turut menjadi unsur penting dalam mendukung pelaksanaan kegiatan di wilayahnya. Peran pemerintah desa diperlukan untuk membantu komunikasi dengan warga, menyampaikan informasi terkait upaya mitigasi, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sungai.
Meski demikian, efektivitas normalisasi dalam mengurangi risiko banjir tetap bergantung pada sejumlah faktor, antara lain kondisi aliran sungai, kapasitas tampung, curah hujan, karakteristik daerah aliran sungai, serta pemeliharaan setelah pekerjaan selesai. Karena itu, normalisasi perlu dipandang sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana yang lebih luas, bukan satu-satunya solusi untuk menghilangkan risiko banjir.
Masyarakat Diharapkan Ikut Menjaga Lingkungan Sungai
Selain penanganan secara teknis, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menjaga fungsi sungai. Warga di sekitar Sungai Sumbersalak diharapkan turut menjaga kebersihan aliran sungai, tidak membuang sampah sembarangan, serta segera melaporkan apabila ditemukan penyumbatan, kerusakan tebing, atau kondisi lain yang berpotensi meningkatkan risiko banjir.
Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan ketika hujan deras berlangsung dalam waktu lama. Masyarakat diimbau untuk memperhatikan perubahan kondisi aliran sungai dan mengikuti arahan pemerintah maupun petugas apabila muncul tanda-tanda potensi bahaya.
Realisasi normalisasi Sungai Sumbersalak di Dusun Juroju ini menjadi bagian dari langkah kolaboratif untuk memperkuat mitigasi bencana di wilayah Kecamatan Ledokombo. Sinergi antara Pemerintah Kecamatan Ledokombo, Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Desa Sumbersalak, dan masyarakat diharapkan mampu mendukung penanganan sungai yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Dengan adanya koordinasi lintas sektor serta dukungan partisipasi masyarakat, upaya pengurangan risiko banjir diharapkan semakin optimal, sehingga keamanan lingkungan dan aktivitas warga di sekitar Sungai Sumbersalak dapat lebih terjaga. (yus)