logo ppid jember kim
Oleh : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

Bakesbangpol Bekali Mahasiswa KKN STDI dengan Wawasan Kebangsaan

  • 24 Juni 2026
  • Dibaca 35 Kali
Bagikan Via:
bakesbangpol-bekali-mahasiswa-kkn-stdi-dengan-wawasan-kebangsaan-20260625

Bakesbangpol Bekali Mahasiswa KKN STDI dengan Wawasan Kebangsaan

JEMBER, 24 JUNI 2026 – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember memberikan pembekalan wawasan kebangsaan, nasionalisme, dan moderasi beragama kepada lebih dari 100 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) XIV Tahun 2026 Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah (STDI) Imam Syafi’i Jember. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Ar-Rahmah STDI Imam Syafi’i Jember pada Rabu, 24 Juni 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Madani” dan menjadi bagian dari persiapan akademik serta pengabdian masyarakat bagi mahasiswa yang akan diterjunkan ke sejumlah desa di wilayah Kabupaten Jember.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua STDI Imam Syafi’i Jember Dr. M. Arifin, M.A., Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Kabupaten Jember M. Syamsu Rijal, S.H., M.H., Ketua P3M dan Dakwah STDI Imam Syafi’i Jember Dr. Syafiq Riza Hasan, M.A., Dosen STDI Imam Syafi’i Jember Khoirul Ahsan, BA., M.H., Staf Bidang Wasnas dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Achmad Arfan, serta lebih dari 100 mahasiswa dan mahasiswi peserta KKN Angkatan XIV.

Dalam kesempatan tersebut, M. Syamsu Rijal menyampaikan materi yang menitikberatkan pada pentingnya penguatan wawasan kebangsaan, persatuan dan kesatuan bangsa, serta kemampuan mahasiswa dalam beradaptasi dengan masyarakat yang memiliki latar belakang sosial, budaya, dan keagamaan yang beragam.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kemajemukan tinggi dengan ribuan pulau, ratusan suku bangsa, bahasa daerah, dan budaya yang menjadi kekayaan nasional. Oleh karena itu, nilai-nilai nasionalisme harus terus ditanamkan dan disesuaikan dengan perkembangan zaman agar tetap relevan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“NKRI bukan milik golongan tertentu, bukan milik suku tertentu, dan bukan milik agama tertentu. NKRI adalah milik seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Karena itu, persatuan dan kesatuan harus terus dijaga bersama,” tegas Syamsu Rijal di hadapan peserta pembekalan.

Ia juga menjelaskan bahwa sejarah panjang bangsa Indonesia, mulai dari masa kerajaan, kolonialisme, kemerdekaan, Orde Lama, Orde Baru hingga era Reformasi, memberikan pelajaran penting tentang arti persatuan dalam menjaga keutuhan bangsa.

Selain itu, Syamsu Rijal mengingatkan bahwa potensi radikalisme dapat muncul dari berbagai kelompok apabila berkembang pemahaman yang ekstrem dan tidak menghargai perbedaan. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen moderasi beragama yang menjunjung tinggi toleransi, menghormati keberagaman, serta mengedepankan dialog dalam kehidupan sosial.

Dalam materinya, ia juga mencontohkan bagaimana Rasulullah SAW membangun masyarakat Madinah melalui konsolidasi sosial yang kuat sehingga mampu menciptakan kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat.

Lebih lanjut, Syamsu Rijal menegaskan bahwa kegiatan KKN merupakan sarana pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat. Melalui program pengabdian tersebut, mahasiswa dapat berkontribusi dalam berbagai kegiatan positif seperti gotong royong, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, kegiatan sosial, maupun pengembangan ekonomi masyarakat desa.

“Setiap wilayah memiliki karakteristik sosial dan budaya yang berbeda. Oleh karena itu mahasiswa harus mampu beradaptasi, menghormati adat istiadat setempat, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta menghindari tindakan yang dapat menimbulkan kesalahpahaman maupun konflik sosial,” ujarnya.

Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dialog dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi mengenai tantangan pelaksanaan KKN, strategi beradaptasi dengan masyarakat, serta peran mahasiswa dalam menjaga harmoni sosial di lingkungan penempatan.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama pada pukul 10.09 WIB dan seluruh agenda pembekalan berakhir pada pukul 10.15 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. (but)

Galeri Foto