logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Banjir Luapan Sungai Avour Sogo Rendam Permukiman dan Persawahan Warga di Desa Granden Puger

  • 02 Februari 2026
  • Dibaca 633 Kali
Bagikan Via:
banjir-luapan-sungai-avour-sogo-rendam-permukiman-dan-persawahan-warga-di-desa-granden-puger-20260202

Banjir Luapan Sungai Avour Sogo Rendam Permukiman dan Persawahan Warga di Desa Granden Puger

Banjir luapan kembali melanda wilayah Kabupaten Jember akibat tingginya intensitas curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Peristiwa ini terjadi di Dusun Kamaran, Desa Granden, Kecamatan Puger, pada Minggu, 1 Februari 2026, sekitar pukul 12.00 WIB. Luapan air sungai dan saluran irigasi menggenangi permukiman warga dengan ketinggian air berkisar antara 30 hingga 80 sentimeter. Kejadian tersebut menyebabkan aktivitas warga terganggu dan menimbulkan kerugian pada sektor permukiman maupun pertanian.

Berdasarkan data sementara, banjir berdampak pada sedikitnya 11 kepala keluarga yang tersebar di dua wilayah RT/RW. Di RT 02/RW 15 tercatat sebanyak lima kepala keluarga terdampak genangan air, sementara di RT 04/RW 16 sebanyak enam kepala keluarga mengalami kondisi serupa. Selain merendam rumah warga, banjir luapan juga menggenangi area persawahan seluas kurang lebih 30 hektare. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi para petani akibat terganggunya masa tanam dan pertumbuhan tanaman.

Kronologis kejadian bermula dari adanya peringatan kewaspadaan cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur, termasuk Kabupaten Jember, yang dirilis oleh pihak berwenang. Peringatan tersebut menyebutkan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang pada periode 21–30 Januari 2026 yang kemudian diperpanjang hingga 1–10 Februari 2026. Sejak Jumat, 30 Januari 2026 hingga Sabtu malam, 31 Januari 2026, hujan deras terus mengguyur wilayah Jember. Kondisi tersebut menyebabkan meningkatnya debit aliran Sungai Avour Sogo (Susuk Waduk) serta saluran irigasi, hingga akhirnya meluap dan menggenangi permukiman serta akses jalan desa.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember segera melakukan koordinasi dan asesmen di lokasi terdampak. Hingga pukul 14.00 WIB, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Regu B masih melakukan pemantauan intensif di wilayah terdampak banjir. Selain itu, Tagana Dinas Sosial telah mendirikan dapur mandiri untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi warga terdampak. Berdasarkan pemantauan terkini, kondisi banjir dilaporkan berangsur surut dengan cuaca yang mulai cerah.

BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan deras susulan yang dapat memicu banjir kembali. Selain itu, pihak kecamatan dan desa diminta untuk mengoordinasikan kegiatan kerja bakti pembersihan saluran irigasi dan sungai yang tersumbat. Sinergi antara BPBD, TNI-Polri, perangkat desa, Tagana Dinsos, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi wilayah terdampak serta meminimalkan risiko bencana serupa di masa mendatang.

Galeri Foto