Batik dan Pariwisata Dipadukan untuk Perkuat Potensi Desa di Sumberjambe
- 24 Agustus 2026
- Dibaca 168 Kali
Bagikan Via:
Batik dan Pariwisata Dipadukan untuk Perkuat Potensi Desa di Sumberjambe
JEMBER, 24 AGUSTUS 2026 – Batik tidak hanya menjadi produk kerajinan dan sumber penghasilan, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari daya tarik pariwisata berbasis budaya di Kabupaten Jember. Hal tersebut terlihat dalam pelaksanaan Program Kecakapan Wirausaha (PKW) Tahun 2026 bidang keterampilan membatik di Pendopo Desa Pringgondani, Kecamatan Sumberjambe, Senin (24/8/2026).
Kegiatan yang diikuti 50 peserta dengan durasi 250 jam pelajaran (JPL) tersebut merupakan program Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Pelaksanaannya merupakan kerja sama Dekranasda Kabupaten Jember dengan Pembatik Jember dan Media Digital.
Kegiatan tersebut turut dikunjungi Ketua TP PKK Kabupaten Jember Ning Ghyta Eka Puspita Fawait. Kehadirannya menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan keterampilan masyarakat sekaligus penguatan potensi ekonomi kreatif di wilayah pedesaan.
Dari sisi pariwisata, keberadaan kegiatan membatik dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas. Proses membatik yang dilakukan secara langsung dapat dikembangkan sebagai pengalaman wisata, sementara produk yang dihasilkan dapat menjadi cenderamata khas daerah.
PMKS Kecamatan Sumberjambe, Kiptiyah, mengatakan potensi tersebut dapat dikembangkan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat.
“Batik bisa menjadi bagian dari wisata. Orang tidak hanya membeli batiknya, tetapi juga bisa melihat proses pembuatannya. Kalau dikembangkan bersama, ini bisa menjadi potensi desa,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan batik sebagai bagian dari pariwisata juga dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Kegiatan produksi dapat melibatkan masyarakat, sementara pengunjung mendapatkan pengalaman mengenal budaya dan keterampilan lokal.
Pelatihan PKW menjadi salah satu langkah awal untuk menyiapkan masyarakat agar memiliki kemampuan membatik secara mandiri. Dengan durasi pembelajaran yang cukup panjang, peserta tidak hanya dikenalkan pada teknik dasar, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan menjadi produk yang bernilai ekonomi.
Potensi tersebut semakin terbuka ketika batik dipadukan dengan promosi digital. Produk batik lokal dapat diperkenalkan melalui media sosial dan berbagai kanal pemasaran, sehingga jangkauan pasarnya tidak terbatas pada wilayah Sumberjambe.
Bagi Jember, pengembangan batik berbasis masyarakat juga dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Produk kerajinan, aktivitas budaya, dan potensi wisata desa dapat saling mendukung untuk menciptakan daya tarik baru bagi wisatawan.
Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan keterampilan dan potensi lokal. Kolaborasi antara pemerintah, Dekranasda, pelaku batik, masyarakat, dan unsur pendukung lainnya menjadi penting agar potensi tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan.
Dengan demikian, membatik tidak hanya berhenti sebagai kegiatan pelatihan. Jika dikembangkan secara konsisten, aktivitas membatik dapat menjadi bagian dari identitas desa, penggerak ekonomi masyarakat, sekaligus daya tarik wisata berbasis budaya di Sumberjambe.
(wd)