Berkah Menjelang Lebaran: Senyum Para Guru Ngaji di Pendapa Kecamatan Sumbersari
- 16 Maret 2026
- Dibaca 289 Kali
Bagikan Via:
Berkah Menjelang Lebaran: Senyum Para Guru Ngaji di Pendapa Kecamatan Sumbersari
JEMBER, 16 MARET 2026 – Senyum, rasa haru, dan ucapan syukur bergantian terdengar di Pendapa Kecamatan Sumbersari, Senin pagi itu. Di tengah suasana Ramadan yang kian mendekati hari raya, sebanyak 115 guru ngaji dari tujuh kelurahan berkumpul dengan satu perasaan yang sama: bahagia.
Hari itu bukan sekadar seremoni. Bagi para guru ngaji yang selama ini mengabdikan diri mengajarkan ilmu agama kepada anak-anak di lingkungan masing-masing, pencairan honor tahap kedua menjadi berkah tambahan menjelang Lebaran.
Beberapa di antara mereka terlihat saling berbincang, sementara yang lain menunggu giliran menerima haknya dengan wajah sumringah. Bagi sebagian orang mungkin nilainya tidak besar, tetapi bagi para pengajar yang mengajar dengan ketulusan, bantuan ini terasa sangat berarti.
Di antara mereka, Imam Hambali, guru ngaji asal Kelurahan Kebonsari, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Setelah menerima honor tersebut, ia mengaku lega karena bantuan itu datang di waktu yang sangat tepat.
“Alhamdulillah, apa yang kami tunggu akhirnya cair juga. Terima kasih kepada Bapak Bupati Gus Fawait. Terima kasih juga kepada Pak Camat dan Pak Lurah. Honor ini bisa membantu kebutuhan orang rumah untuk hari raya,” ujarnya dengan mata berbinar.
Suasana hangat juga terasa karena program ini tidak hanya menyentuh satu kelompok saja. Pemerintah Kabupaten Jember menunjukkan bahwa penghargaan kepada para pengajar agama diberikan secara inklusif, tanpa memandang latar belakang keyakinan.
Anita, yang akrab disapa Nita, bersama Marta yang beragama Kristen Protestan, juga menjadi bagian dari penerima insentif tersebut. Bagi mereka, momen ini tidak hanya soal bantuan finansial, tetapi juga tentang penghargaan dan kebersamaan.
“Saya sangat senang dengan adanya pencairan honor guru ngaji, baik muslim maupun nonmuslim. Terima kasih kepada Gus Fawait karena telah memberi ruang kepada kami untuk sama-sama merayakan hari raya. Semoga Gus Bupati selalu amanah dan dipercaya masyarakat,” ucap Nita dengan nada haru.
Di tengah kegiatan tersebut, Camat Sumbersari Deni Hadiatullah turut mendampingi jalannya proses penyaluran. Ia terlihat menyapa para guru ngaji yang hadir, memastikan kegiatan berlangsung tertib dan lancar.
Menurut Deni, para guru ngaji memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda di masyarakat.
“Ini wujud perhatian pemerintah daerah terhadap para guru ngaji yang telah mengabdikan diri mendidik anak-anak dalam keagamaan. Total ada 115 orang dari tujuh kelurahan di Kecamatan Sumbersari,” jelasnya.
Sementara itu, Lurah Kebonsari Edi Harianto yang dikenal dekat dengan warganya, tetap memantau kegiatan meskipun tidak dapat hadir langsung karena tugas yang tidak bisa ditinggalkan. Melalui pesan WhatsApp, ia menyampaikan apresiasi dan rasa gembiranya atas pencairan honor tersebut.
“Pencairan honor guru ngaji ini menjadi bukti bahwa pemerintah hadir di saat rakyat membutuhkan, terutama menjelang hari raya,” ujarnya.
Program honor guru ngaji ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Jember dan Bank Jatim Cabang Jember. Penyaluran tahap pertama telah dilakukan di kelurahan masing-masing, sementara tahap kedua dipusatkan di pendopo kecamatan untuk efisiensi.
Bagi masyarakat, khususnya di Kelurahan Kebonsari dan wilayah Sumbersari, program ini lebih dari sekadar bantuan ekonomi. Ia menjadi simbol perhatian pemerintah terhadap para pengajar yang selama ini bekerja dengan dedikasi dan ketulusan.
Di pengujung acara, para guru ngaji pun pulang dengan langkah lebih ringan. Di tangan mereka ada bantuan yang bisa membantu kebutuhan keluarga menjelang Lebaran. Namun lebih dari itu, ada rasa dihargai atas pengabdian yang selama ini mereka jalani dalam diam. (aji)