BPBD dan PMI Jember Terus Dampingi Warga Hadapi Krisis Air Bersih
- 16 Juli 2026
- Dibaca 31 Kali
Bagikan Via:
BPBD dan PMI Jember Terus Dampingi Warga Hadapi Krisis Air Bersih
JEMBER, 16 JULI 2026 – Harapan warga Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, kembali tumbuh setelah BPBD Kabupaten Jember bersama PMI Jember menyalurkan bantuan air bersih untuk ketujuh kalinya, Kamis, 16 Juli 2026. Di tengah musim kemarau yang masih berlangsung, kedatangan truk tangki berisi 4.000 liter air bersih disambut antusias oleh masyarakat yang telah beberapa pekan mengalami kesulitan memperoleh air layak pakai.
Distribusi air bersih tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan dampak bencana kekeringan yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026. Kegiatan juga menindaklanjuti surat permohonan bantuan air bersih dari Pemerintah Desa Sumberpinang.
Sebanyak 125 kepala keluarga terdampak menjadi sasaran penyaluran bantuan, terdiri atas sekitar 45 KK di RT 02 RW 13 dan sekitar 80 KK di RT 03 RW 13. Air bersih didistribusikan ke sejumlah tandon yang telah disiapkan, kemudian diambil warga menggunakan berbagai wadah untuk memenuhi kebutuhan memasak, minum, mandi, dan mencuci.
Berdasarkan hasil asesmen Tim Reaksi Cepat BPBD Jember sejak awal Juli, kekeringan terjadi akibat menurunnya debit air pada sumur-sumur warga. Sebagian sumur bahkan menghasilkan air keruh bercampur lumpur sehingga tidak layak digunakan. Sementara itu, sumur bor yang berada sekitar 600 meter dari permukiman belum dapat dimanfaatkan karena belum tersedia meteran listrik serta jaringan pipa menuju kawasan permukiman.
Tim BPBD bersama PMI berangkat menuju lokasi pada pukul 09.30 WIB dan mulai mendistribusikan air bersih setibanya di lokasi. Sebanyak 4.000 liter air berhasil disalurkan dengan tertib hingga kegiatan selesai pada pukul 13.00 WIB. Seluruh rangkaian berlangsung aman, lancar, dan kondusif.
Tim Pusdalops BPBD Jember, Firman Arifianto, mengatakan distribusi air bersih akan terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat selama musim kemarau masih berlangsung. Menurutnya, BPBD bersama seluruh pihak terkait berkomitmen memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
"Distribusi air bersih ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan. Kami akan terus melakukan pemantauan dan pendistribusian secara berkala, dengan rekomendasi penyaluran setiap dua hari sekali agar kebutuhan air bersih warga tetap tercukupi," ujarnya.
Ketua RT 02 RW 13, Junaidi, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah. Ia menyebut warga selalu menunggu kedatangan bantuan air bersih karena kondisi sumur di lingkungan mereka semakin sulit dimanfaatkan.
"Kami sangat berterima kasih kepada BPBD, PMI, dan semua pihak yang terus membantu warga. Bantuan ini sangat berarti dan disambut antusias karena benar-benar menjadi kebutuhan utama masyarakat. Kami berharap persoalan kekeringan ini segera terselesaikan, termasuk percepatan pemanfaatan sumur bor agar warga tidak lagi bergantung pada bantuan air bersih," katanya.
Kolaborasi BPBD Jember, PMI, pemerintah desa, perangkat RT/RW, dan masyarakat menjadi bukti bahwa sinergi lintas sektor mampu menjaga kebutuhan dasar warga di tengah bencana kekeringan. Pemerintah juga terus mendorong solusi jangka panjang melalui penyediaan infrastruktur air bersih sehingga persoalan kekeringan di Dusun Bunder dapat segera teratasi secara berkelanjutan. (tgh)