BPBD Jember Kunjungi Korban Kebakaran di Bangsalsari, Salurkan Bantuan dan Siapkan Tindak Lanjut
- 30 Maret 2026
- Dibaca 681 Kali
Bagikan Via:
BPBD Jember Kunjungi Korban Kebakaran di Bangsalsari, Salurkan Bantuan dan Siapkan Tindak Lanjut
JEMBER, 30 MARET 2026 – Pasca musibah kebakaran yang menghanguskan rumah milik Buhsia (67), warga Dusun Sumberklopo, Desa Curahkalong, Kecamatan Bangsalsari, Pemerintah Kabupaten Jember melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat melakukan penanganan lanjutan.
Pada Senin, 30 Maret 2026, tim BPBD Jember yang berjumlah sekitar empat orang turun langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan peninjauan sekaligus memberikan bantuan kepada korban. Kunjungan tersebut turut didampingi oleh pihak Kecamatan Bangsalsari, Kepala Dusun Sumberkelopo, serta perangkat desa setempat, termasuk Kaur Perencanaan Desa Curahkalong.
Kehadiran tim BPBD ini merupakan bentuk respon cepat pemerintah daerah dalam menangani dampak kebakaran yang sebelumnya meluluhlantakkan rumah milik Buhsia hingga rata dengan tanah. Dalam kunjungan tersebut, BPBD juga melakukan asesmen lapangan guna mengetahui kondisi riil korban serta kebutuhan mendesak yang diperlukan.
Novian Semi Pambudi, Kaur Perencanaan Desa Curahkalong yang mewakili pemerintah desa, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kecepatan respon dari Pemerintah Kabupaten Jember.
“Adapun bantuan yang diberikan berupa sembako dan perlengkapan lainnya. Kami sangat berterima kasih atas reaksi cepat dari Pemerintah Kabupaten Jember yang telah mengunjungi korban dan memberikan bantuan melalui BPBD,” ujar Novian.
Ia juga menambahkan bahwa pihak BPBD telah menyampaikan akan melaporkan hasil kunjungan tersebut kepada pimpinan guna menentukan langkah tindak lanjut yang lebih komprehensif.
“Alhamdulillah, barusan pihak BPBD menyampaikan akan melaporkan hasil kunjungan ini kepada pimpinan. Mudah-mudahan ke depan ada tindak lanjut yang lebih bermanfaat bagi Ibu Buhsia, mengingat beliau tergolong masyarakat ekonomi lemah, lansia, dan tinggal seorang diri, sementara seluruh isi rumahnya telah habis terbakar,” imbuhnya.
Diketahui, sejak peristiwa kebakaran yang terjadi beberapa hari lalu, Buhsia untuk sementara waktu tinggal menumpang di rumah kerabatnya. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga ada bantuan lebih lanjut untuk pembangunan kembali tempat tinggalnya.
Pemerintah desa bersama pihak kecamatan berharap adanya dukungan lanjutan, baik dari pemerintah daerah maupun pihak lain, agar korban dapat segera memiliki hunian yang layak. Mengingat kondisi korban yang rentan, perhatian berkelanjutan dinilai sangat dibutuhkan, tidak hanya dalam bentuk bantuan logistik, tetapi juga dukungan untuk pemulihan tempat tinggal.
Kunjungan ini sekaligus menjadi bukti sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten dalam merespon bencana yang menimpa masyarakat. Diharapkan, langkah cepat ini dapat meringankan beban korban serta mempercepat proses pemulihan pasca kebakaran. (yun)