BPBD Jember Lakukan Mitigasi di DAS Kalijompo, Longsor Ancam Puluhan Warga Desa Klungkung
- 11 Februari 2026
- Dibaca 365 Kali
Bagikan Via:
BPBD Jember Lakukan Mitigasi di DAS Kalijompo, Longsor Ancam Puluhan Warga Desa Klungkung
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melaksanakan kegiatan mitigasi bencana di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kalijompo, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, pada Selasa, 10 Februari 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai respons terhadap kondisi cuaca ekstrem yang terjadi sepanjang Januari 2026, yang ditandai dengan intensitas hujan tinggi dan seringnya terjadi kenaikan debit air sungai. Kondisi tersebut memicu terjadinya tanah longsor di sejumlah titik yang berpotensi mengancam keselamatan warga. Oleh karena itu, BPBD Jember melakukan pemantauan langsung sebagai langkah antisipatif untuk menekan risiko bencana susulan.
Kegiatan mitigasi dimulai sejak pagi hari dengan apel dan persiapan di Kantor BPBD Kabupaten Jember. Tim kemudian bergerak menuju lokasi menggunakan kendaraan roda dua jenis trail untuk menjangkau area yang memiliki medan sulit. Sekitar pukul 11.00 WIB, tim tiba di Dusun Gendir, Desa Klungkung, dan melakukan pemantauan langsung pada titik longsoran yang berada sangat dekat dengan permukiman warga. Berdasarkan hasil pemantauan, tanah longsor berada sekitar dua meter dari rumah warga dan berpotensi mengancam 12 kepala keluarga atau sekitar 45 jiwa, dengan kondisi paling krusial berada di rumah milik Khairul.
Hasil kajian di lapangan menunjukkan bahwa longsoran tanah di wilayah tersebut didominasi oleh proses scouring atau gerusan aliran Sungai Kalijompo. Gerusan ini menyebabkan berkurangnya massa tanah pada bagian bawah lereng, sehingga stabilitas lereng menjadi lemah dan rawan longsor susulan. Selain itu, alur sungai yang berubah dan debit air yang tinggi turut memperparah kondisi lereng. Situasi ini menjadi perhatian serius mengingat lokasi longsor berada di area padat permukiman dan dekat dengan aktivitas warga.
Sebagai tindak lanjut, BPBD Kabupaten Jember telah menyampaikan rekomendasi awal mitigasi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Rekomendasi tersebut meliputi konservasi vegetasi di lereng yang longsor, perkuatan lereng menggunakan pasangan batu bronjong, serta perbaikan alur Sungai Kalijompo. Namun demikian, mobilisasi alat berat seperti excavator masih terkendala oleh tingginya muka air sungai. Untuk mengurangi risiko korban jiwa, direncanakan relokasi satu unit rumah yang paling terdampak, dengan pemilik rumah telah menyatakan kesediaannya dan menyiapkan lahan baru sekitar 200 meter dari lokasi semula.
Selain pemantauan longsor, BPBD Jember juga melakukan pengecekan terhadap Early Warning System (EWS) di DAS Kalijompo. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa EWS berfungsi dengan baik dan siap digunakan sebagai alat peringatan dini bagi masyarakat. Keberadaan EWS ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam merespons potensi banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya. Kegiatan mitigasi ini melibatkan berbagai pihak, antara lain BPBD Kabupaten Jember, Pemerintah Desa Klungkung, ADM Perkebunan Kalijompo, relawan Kalijompo (FKAPO), serta pengawas pengairan dari DPUPR.
Melalui kegiatan mitigasi ini, BPBD Kabupaten Jember menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana. Sinergi lintas sektor diharapkan mampu mempercepat penanganan dan mencegah dampak yang lebih besar di masa mendatang. Dengan langkah mitigasi yang tepat dan terencana, keselamatan warga Desa Klungkung diharapkan dapat lebih terjamin.