logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

BPBD Jember Lakukan Survei Awal Wilayah Rawan Banjir di Sumbersari, Fokuskan Mitigasi Berbasis Drainase

  • 30 Januari 2026
  • Dibaca 432 Kali
Bagikan Via:
bpbd-jember-lakukan-survei-awal-wilayah-rawan-banjir-di-sumbersari-fokuskan-mitigasi-berbasis-drainase-20260130

BPBD Jember Lakukan Survei Awal Wilayah Rawan Banjir di Sumbersari, Fokuskan Mitigasi Berbasis Drainase

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melaksanakan survei awal identifikasi wilayah rawan banjir sebagai bagian dari perencanaan mitigasi bencana banjir di Kecamatan Sumbersari. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026, sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat yang masuk melalui layanan Wadul Gus’e. Dua laporan yang menjadi dasar kegiatan ini masing-masing tercatat dengan ID WA.Q.2801261712024 dan WA.Q.2801261712027. Survei ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab genangan air serta merumuskan rekomendasi teknis penanganan yang tepat dan berkelanjutan.

Lokasi survei difokuskan pada dua titik yang selama ini dilaporkan kerap mengalami genangan air saat hujan deras. Titik pertama berada di Jalan Bengawan Solo Nomor 12, Tegal Boto Lor, Kecamatan Sumbersari, tepatnya di sekitar Jembatan Semanggi. Titik kedua berlokasi di Jalan Karimata Nomor 12, Kelurahan Sumbersari, tepat di depan SDN Sumbersari 01. Kedua lokasi tersebut dipilih karena memiliki karakteristik topografi dan sistem drainase yang berpotensi memicu genangan air ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Kegiatan survei ini dilaksanakan oleh tim teknis BPBD Kabupaten Jember yang terdiri dari M. Miftachul Munir, S.T., M. Faris Fadhil, S.Tr.P., dan Rizky Kusumawardani Putri, S.Geo. Tim berangkat menuju lokasi pada pukul 09.15 WIB dan mulai melakukan pengamatan lapangan sekitar pukul 09.30 WIB. Dalam kegiatan tersebut, BPBD juga melibatkan warga setempat untuk memperoleh informasi faktual terkait kondisi genangan yang sering terjadi. Survei lapangan selesai pada pukul 12.10 WIB dan dilanjutkan dengan penyusunan hasil identifikasi serta rekomendasi teknis.

Hasil survei menunjukkan bahwa di kawasan Jalan Semanggi, kondisi drainase secara umum masih dalam keadaan baik dengan sedimentasi ringan. Namun demikian, ditemukan beberapa curb inlet yang tersumbat sehingga menghambat aliran air permukaan masuk ke saluran drainase. Selain itu, wilayah tersebut berada pada elevasi terendah atau cekungan, sehingga secara alami berpotensi menjadi titik kumpul genangan air. BPBD merekomendasikan kepada Dinas PUPR untuk mempertimbangkan perbaikan curb inlet dengan penambahan grill serta melakukan evaluasi kapasitas sistem drainase terhadap debit puncak.

Sementara itu, di kawasan Jalan Karimata, hasil survei menunjukkan bahwa permasalahan utama bukan terletak pada saluran drainase utama, melainkan pada gorong-gorong box culvert yang melintasi jalan. Penyempitan penampang gorong-gorong secara signifikan menyebabkan penurunan kapasitas aliran air, terutama saat debit puncak. Ditambah lagi, keberadaan pipa di outlet gorong-gorong yang kerap menjadi tempat tersangkutnya sampah memperparah kondisi genangan. BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan evaluasi teknis berbasis analisis hidrologi dan hidrolika, relokasi pipa, serta penambahan trash trap atau grill sebagai langkah mitigasi jangka menengah dan panjang.

Galeri Foto