Budaya Jember Jadi Wajah Indonesia di JKCI Festival
- 02 Agustus 2026
- Dibaca 33 Kali
Bagikan Via:
Budaya Jember Jadi Wajah Indonesia di JKCI Festival
JEMBER, 02 AGUSTUS 2026 - Kekayaan budaya Kabupaten Jember menjadi salah satu daya tarik utama dalam Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI) Festival yang digelar di Watu Ulo, Sabtu 01 Agustus 2026. Melalui beragam pertunjukan seni tradisional, festival tersebut menjadi panggung untuk memperkenalkan identitas budaya Jember kepada tamu nasional maupun internasional yang hadir dari berbagai negara.
Berbagai penampilan khas daerah disuguhkan secara berurutan, mulai dari atraksi Layang-Layang, iring-iringan Pegon, Musik Patrol, Reog, hingga Tari Kolosal Patra Kencana. Penampilan tersebut berhasil memukau ratusan pengunjung yang memadati lokasi acara sekaligus memberikan pengalaman budaya yang autentik bagi tamu kehormatan dari mancanegara.
Kehadiran kesenian tradisional dalam JKCI Festival tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana memperkenalkan kekayaan warisan budaya Jember kepada dunia. Setiap pertunjukan menampilkan nilai-nilai sejarah, kebersamaan, dan kearifan lokal yang masih dijaga oleh masyarakat hingga saat ini.
Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Jember, Agung Nugroho, S.Sos, mengatakan bahwa JKCI Festival menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa budaya lokal memiliki daya saing di tingkat internasional.
"JKCI Festival merupakan ruang strategis untuk memperkenalkan budaya Jember kepada dunia. Seni tradisi yang kita tampilkan bukan sekadar pertunjukan, melainkan identitas dan kebanggaan masyarakat Jember yang harus terus dilestarikan. Kami berharap para tamu yang hadir dapat membawa cerita tentang kekayaan budaya Jember ke negara masing-masing sehingga semakin dikenal di kancah internasional," ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan para seniman, sanggar budaya, dan masyarakat menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Melalui kolaborasi tersebut, budaya lokal tidak hanya tetap hidup, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Antusiasme para tamu dan pengunjung terlihat sepanjang rangkaian pertunjukan. Banyak di antara mereka mengabadikan setiap penampilan melalui kamera dan telepon genggam sebagai bentuk apresiasi terhadap keunikan budaya Jember. Atraksi Pegon yang mengantar tamu kehormatan, irama Musik Patrol yang khas, semangat Reog, hingga kemegahan Tari Kolosal Patra Kencana menjadi simbol keberagaman budaya yang dimiliki Kabupaten Jember.
Melalui JKCI Festival, Pemerintah Kabupaten Jember terus berupaya memperkuat promosi budaya sebagai bagian dari identitas daerah sekaligus wajah Indonesia di mata dunia. Diharapkan, pengenalan budaya Jember melalui ajang internasional ini mampu meningkatkan daya tarik wisata, memperluas jejaring budaya, serta memperkokoh posisi Jember sebagai daerah yang kaya akan seni, tradisi, dan warisan budaya yang patut dibanggakan di tingkat global. (af)