logo ppid jember kim
Oleh : Puskesmas Ambulu

Cegah DBD, Puskesmas Ambulu Gelar PSN Terintegrasi di Desa Karanganyar Kecamatan Ambulu

  • 08 Mei 2026
  • Dibaca 121 Kali
Bagikan Via:
cegah-dbd-puskesmas-ambulu-gelar-psn-terintegrasi-di-desa-karanganyar-kecamatan-ambulu-20260508

Cegah DBD, Puskesmas Ambulu Gelar PSN Terintegrasi di Desa Karanganyar Kecamatan Ambulu

Kecamatan Ambulu, 08 Mei 2026- Upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) terus digencarkan oleh Puskesmas Ambulu melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) terintegrasi, Puskesmas Ambulu bersama Forkompimcam Kecamatan Ambulu, staf Desa Karanganyar, Bapak RT/RW, kader posyandu, serta masyarakat setempat berkomitmen mewujudkan lingkungan yang sehat dan bebas dari ancaman nyamuk Aedes aegypti. 

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Sebanyak 43 orang hadir dalam acara tersebut, terdiri dari Forkompimcam Kecamatan Ambulu, staf Desa Karanganyar, para ketua RT dan RW wilayah tempat PSN dilaksanakan, kader posyandu, serta staf Puskesmas Ambulu. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan bahwa penanggulangan DBD bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh lapisan masyarakat.

Dalam kegiatan PSN terintegrasi ini, tim melakukan survei jentik pada 100 keluarga. Survei jentik merupakan metode penting untuk mengetahui sejauh mana potensi penyebaran nyamuk Aedes aegypti di suatu wilayah. Dari 100 rumah yang diperiksa, ditemukan 10 rumah positif jentik. Artinya, terdapat 10 persen rumah yang masih menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Dengan hasil tersebut, angka bebas jentik di Dusun Krajan RW 10 RT 002 dan 003 Desa Karanganyar mencapai 90 persen. Angka ini cukup baik, namun tetap menunjukkan adanya potensi penularan DBD. Koordinator Program P2TVZ Puskesmas Ambulu, Bapak Choirul menegaskan bahwa capaian ini harus menjadi motivasi bagi masyarakat untuk lebih aktif melakukan PSN secara mandiri di rumah masing-masing. 

PSN terintegrasi bukan hanya sekadar menguras bak mandi atau menutup tempat penampungan air. Lebih dari itu, PSN adalah sebuah gerakan yang melibatkan edukasi, partisipasi masyarakat, serta monitoring berkelanjutan. Dengan adanya keterlibatan Forkompimcam, RT/RW, kader posyandu dan tenaga kesehatan puskesmas, kegiatan ini menjadi lebih terarah dan memiliki jangkauan yang luas. 

Kader posyandu berperan penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara mencegah DBD. Mereka menjadi ujung tombak yang langsung berinteraksi dengan warga, menyampaikan informasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, serta mengingatkan agar masyarakat rutin melakukan 3M Plus yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penampungan air,  mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, plus tindakan tambahan seperti menggunakan kelambu, menabur larvasida, dan menjaga kebersihan lingkungan. 

Kehadiran Forkompimcam Kecamatan Ambulu dalam kegiatan ini menunjukkan dukungan penuh dari pemerintah setempat. Forkompimcam berperan dalam mengoordinasikan kegiatan lintas sektor, memastikan bahwa program PSN berjalan sesuai rencana, serta memberikan arahan kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan lingkungan.  Sementara itu, RT dan RW memiliki peran strategis dalam menggerakkan warganya. Mereka menjadi penghubung antara program pemerintah dengan masyarakat di tingkat paling bawah. Dengan adanya dukungan RT/RW, kegiatan PSN dapat lebih mudah diterima dan dilaksanakan oleh warga. 

Meski angka bebas jentik mencapai 90 persen, tantangan di lapangan masih cukup besar. Beberapa warga masih kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan. Ada pula yang beranggapan bahwa DBD hanya terjadi pada musim hujan, sehingga mereka kurang waspada di musim kemarau. Padahal, nyamuk Aedes aegypti dapat berkembang biak sepanjang tahun selama ada tempat penampungan air yang tidak terkelola dengan baik. Selain itu, faktor kebiasaan masyarakat juga menjadi tantangan. Misalnya, kebiasaan menumpuk barang bekas di halaman rumah atau membiarkan wadah air terbuka tanpa penutup. Hal-hal kecil seperti ini dapat menjadi sumber berkembang biaknya nyamuk. 

Dalam kegiatan PSN terintegrasi, masyarakat dihimbau untuk tetap aktif melakukan PSN di rumah masing-masing dan lingkungan sekitar. Edukasi yang diberikan menekankan bahwa pencegahan DBD bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, melainkan tanggung jawab bersama. Puskesmas Ambulu juga mengingatkan bahwa DBD dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang usia. Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan adalah langkah paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit ini. 

Melalui kegiatan PSN terintegrasi, Puskesmas Ambulu berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Dengan keterlibatan semua pihak, diharapkan Kecamatan Ambulu dapat mewujudkan lingkungan yang sehat dan bebas dari DBD. Gerakan PSN ini diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan saja, melainkan menjadi kebiasaan yang dilakukan secara rutin oleh masyarakat. Dengan demikian, angka bebas jentik dapat terus meningkat, dan risiko penularan DBD dapat ditekan seminimal mungkin. 

 

Penulis: Fariya Eka Promkes Puskesmas Ambulu

Galeri Foto