logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Kencong

Dari Dapur Rumah ke Pendopo Desa, Siti Nur Kholisa Bawa Semangat Perempuan untuk Kemajuan Paseban

  • 05 Juni 2026
  • Dibaca 25 Kali
Bagikan Via:
dari-dapur-rumah-ke-pendopo-desa-siti-nur-kholisa-bawa-semangat-perempuan-untuk-kemajuan-paseban-20260605

Dari Dapur Rumah ke Pendopo Desa, Siti Nur Kholisa Bawa Semangat Perempuan untuk Kemajuan Paseban

JEMBER, 05 JUNI 2026 – Suasana Pendopo Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Jumat 05 Juni 2026, dipenuhi antusiasme warga yang mengikuti proses pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) periode 2026–2034. Di antara para kandidat yang hadir, sosok Siti Nur Kholisa menarik perhatian tersendiri.

Perempuan asal Dusun Bulurejo itu menjadi satu-satunya kandidat perempuan yang maju dalam kontestasi perwakilan dusun tersebut. Dari tiga peserta yang bersaing mewakili Dusun Bulurejo, Siti tampil dengan semangat membawa aspirasi kaum perempuan dan masyarakat desa secara umum.

Bagi Siti, keikutsertaannya dalam pemilihan BPD bukan sekadar untuk mengisi kursi perwakilan masyarakat. Lebih dari itu, ia ingin membuktikan bahwa perempuan desa juga memiliki kemampuan dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan.

Saat ini, Siti berstatus sebagai ibu rumah tangga. Namun perjalanan hidupnya tidak selalu berada di kampung halaman. Sebelum kembali menetap di Desa Paseban, ia pernah bekerja di sebuah restoran di Surabaya. Pengalaman merantau tersebut memberinya banyak pelajaran tentang kedisiplinan, pelayanan, dan pentingnya kerja keras.

Kini, pengalaman yang pernah ia dapatkan di kota besar ingin ia bawa pulang untuk kemajuan desanya.

“Harapan saya, jika dipercaya menjadi anggota BPD, saya ingin ikut menjadi motor penggerak kemajuan dan kemandirian Desa Paseban. Perempuan juga harus berani terlibat dalam pembangunan dan menyampaikan aspirasi masyarakat,” ujar Siti Nur Kholisa usai mengikuti proses pemilihan.

Menurutnya, kemajuan desa tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk kaum perempuan yang selama ini banyak berperan di lingkungan keluarga dan sosial kemasyarakatan.

Keberanian Siti maju sebagai calon anggota BPD juga mendapat apresiasi dari panitia pelaksana. Ketua Panitia Pemilihan BPD Desa Paseban, Ustadul Gufron, menilai kehadiran kandidat perempuan dalam proses demokrasi desa menjadi warna tersendiri sekaligus menunjukkan semakin terbukanya ruang partisipasi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi partisipasi seluruh calon, termasuk Ibu Siti Nur Kholisa yang menjadi satu-satunya perwakilan perempuan dari Dusun Bulurejo. Ini menunjukkan bahwa perempuan Desa Paseban memiliki kepedulian dan keberanian untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan desa melalui lembaga BPD. Semoga ke depan semakin banyak perempuan yang terlibat aktif dalam proses demokrasi dan pembangunan di desa,” ujar Ustadul Gufron.

Menurutnya, proses pemilihan anggota BPD periode 2026–2034 dilaksanakan secara terbuka, transparan, dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh warga yang memenuhi persyaratan untuk berpartisipasi.

Di tengah persaingan yang sehat dan demokratis, Siti membawa harapan sederhana namun bermakna: menjadikan Desa Paseban semakin mandiri, maju, dan mampu memanfaatkan potensi yang dimiliki untuk kesejahteraan masyarakat.

Dari seorang pekerja di sektor jasa di Surabaya hingga menjadi ibu rumah tangga di Dusun Bulurejo, perjalanan hidup Siti Nur Kholisa menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat bisa dimulai dari mana saja. Kini, langkahnya menuju BPD menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan suara perempuan dalam pembangunan Desa Paseban.

Bagi Siti, kemenangan bukan sekadar soal terpilih atau tidak. Keberaniannya maju dan mewakili perempuan dalam pemilihan BPD sudah menjadi pesan bahwa perempuan desa memiliki peran penting dalam menentukan masa depan kampung halamannya. (gfr)

Galeri Foto