Dari Sampah Menjadi Cuan, Warga Jalan Teratai Gang 7 Termotivasi Ubah Kebiasaan
- 16 Juni 2026
- Dibaca 31 Kali
Bagikan Via:
Dari Sampah Menjadi Cuan, Warga Jalan Teratai Gang 7 Termotivasi Ubah Kebiasaan
JEMBER, 16 JUNI 2026 – Sampah rumah tangga yang selama ini dianggap sebagai masalah ternyata menyimpan potensi ekonomi. Pesan itulah yang membekas di benak puluhan warga Jalan Teratai Gang 7 RT 1 RW 6, Kelurahan Kaliwates, usai mengikuti Sosialisasi Mitigasi Sampah Menjadi Pupuk Kompos yang diinisiasi oleh Lurah Kaliwates, Abdul Khamil, pada Senin 15 Juni 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Kecamatan Kaliwates, Sujirman, S.IP., serta menghadirkan Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda sekaligus Ketua Tim TRC DPRKPLH, Mentik Diyah Andayani, S.H., sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Mentik menjelaskan berbagai cara mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi tanaman sekaligus memiliki nilai ekonomis.
Tidak hanya mendapatkan teori, warga juga diajarkan langkah-langkah praktis dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya. Mentik menekankan pentingnya pemilahan sampah antara organik dan nonorganik di tingkat rumah tangga. Sampah organik seperti sisa makanan, sayuran, buah-buahan, daun kering, dan rumput dipisahkan dari sampah nonorganik seperti plastik, kaca, logam, serta kemasan sekali pakai yang dapat didaur ulang atau disalurkan ke bank sampah.
Setelah dipilah, sampah organik dicacah menjadi ukuran lebih kecil agar proses penguraiannya berlangsung lebih cepat. Selanjutnya sampah dimasukkan ke dalam wadah komposter atau lubang kompos, kemudian dicampur dengan bahan pendukung seperti tanah, sekam, atau aktivator pengurai. Warga juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kelembapan bahan kompos serta melakukan pengadukan secara berkala agar proses fermentasi berjalan optimal.
Menurut Mentik, dalam kondisi yang baik, proses pengomposan dapat berlangsung selama beberapa minggu hingga menghasilkan pupuk kompos yang matang. "Ciri-cirinya ditandai dengan warna yang lebih gelap, tekstur remah, serta tidak lagi menimbulkan bau menyengat. Pupuk tersebut dapat digunakan untuk tanaman pekarangan maupun dijual sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat," jelasnya.
Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan mengenai teknik pembuatan kompos, cara memilah sampah rumah tangga, hingga peluang pemanfaatan hasil kompos muncul dalam sesi diskusi. Bagi sebagian peserta, materi tersebut membuka wawasan baru bahwa sampah organik tidak harus berakhir di tempat pembuangan, tetapi dapat diolah menjadi produk yang bernilai.
Salah seorang peserta, Siti Aminah, mengaku merasa termotivasi setelah mengikuti sosialisasi tersebut. Menurutnya, edukasi yang diberikan membuatnya menyadari bahwa pengelolaan sampah dapat memberikan manfaat ganda, baik bagi lingkungan maupun ekonomi keluarga.
“Saya merasa sangat termotivasi mengikuti kegiatan ini. Selama ini sampah organik hanya kami buang, padahal ternyata bisa diolah menjadi pupuk kompos yang berguna dan bahkan memiliki nilai jual. Saya ingin mulai mempraktikkannya di rumah dan mengajak warga lain agar ikut memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.
Semangat serupa juga dirasakan peserta lain yang menilai pengelolaan sampah menjadi kompos merupakan solusi sederhana namun berdampak besar. Selain membantu mengurangi volume sampah rumah tangga, hasil olahan kompos dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan berkebun maupun berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan.
Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kelurahan Kaliwates berharap tumbuh kesadaran kolektif di tengah masyarakat untuk mulai memilah dan mengolah sampah dari sumbernya. Dengan langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, lingkungan yang lebih bersih dapat terwujud sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa perubahan dapat dimulai dari tingkat rumah tangga. Dari sisa makanan dan dedaunan yang sebelumnya dianggap tidak bernilai, kini muncul optimisme bahwa sampah pun dapat diubah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat sekaligus menghasilkan cuan bagi masyarakat. (ah)