Di Pendopo Wahyawibawagraha, Gus Fawait Ajak Pemuda dan Ormas Menjadi Mitra Membangun Jember
- 07 Maret 2026
- Dibaca 519 Kali
Bagikan Via:
Di Pendopo Wahyawibawagraha, Gus Fawait Ajak Pemuda dan Ormas Menjadi Mitra Membangun Jember
Jember – Suasana hangat dan penuh dialog terasa di Pendopo Bupati Wahyawibawagraha, Sabtu (7/3/2026). Ratusan tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, dan tokoh agama duduk bersama dalam sebuah silaturahmi yang digagas langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait.
Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Di hadapan lebih dari dua ratus tokoh pemuda dari berbagai organisasi mahasiswa dan kepemudaan, Gus Fawait membuka ruang dialog yang luas. Ia ingin mendengar langsung gagasan, kritik, hingga masukan segar dari generasi muda untuk masa depan Kabupaten Jember.
Para tokoh pemuda yang hadir berasal dari berbagai organisasi kampus dan ekstra kampus seperti BEM perguruan tinggi, PMII, HMI, KAHMI, IMM, GP Ansor, Fatayat NU, hingga Pemuda Kristen. Selain itu, sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan serta tokoh agama yang tergabung dalam Forum Lintas Agama Kabupaten Jember juga turut hadir.
“Saya dulu juga aktivis kampus. Jadi saya paham bagaimana cara berpikir teman-teman mahasiswa. Saya menunggu ide-ide yang orisinil dan fresh untuk kemajuan Jember,” katanya.Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait juga memaparkan kondisi yang ia hadapi saat awal memimpin Kabupaten Jember. Menurutnya, terdapat tiga persoalan besar yang menjadi perhatian utama pemerintah daerah.Persoalan pertama adalah kemiskinan yang berdampak langsung pada tingginya angka stunting di Jember. Padahal, menurutnya, potensi daerah ini sangat besar. Jember memiliki jumlah pondok pesantren terbanyak di Jawa Timur serta banyak perguruan tinggi yang menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia.
Namun saat memulai pemerintahan, kondisi keuangan rumah sakit daerah tidak dalam keadaan baik. RSD dr. Soebandi dan dua rumah sakit daerah lainnya bahkan dalam kondisi memiliki utang.
Untuk mengatasinya, Pemkab Jember melakukan langkah efisiensi, termasuk mengalihkan anggaran mobil dinas dan membatalkan sejumlah rapat yang dianggap tidak prioritas. Kebijakan tersebut kemudian diikuti dengan penerapan Universal Health Coverage (UHC) yang mulai berlaku pada 1 April 2025.
Langkah itu, menurut Gus Fawait, tidak hanya membantu masyarakat miskin mendapatkan layanan kesehatan, tetapi juga menghidupkan kembali layanan rumah sakit daerah.
“Hasilnya, dalam lima bulan pendapatan RSD dr. Soebandi mencapai Rp31 miliar,” ungkapnya.Masalah kedua yang dihadapi adalah kondisi gedung sekolah yang rusak. Berdasarkan data pemerintah daerah, terdapat 1.532 gedung sekolah dari tingkat TK hingga SMA yang membutuhkan perbaikan.
Dengan keterbatasan APBD, Pemkab Jember kemudian berupaya mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat. Upaya tersebut membuahkan hasil ketika pada tahun 2025 Jember memperoleh program revitalisasi sekolah terbesar secara nasional, yakni sebanyak 124 sekolah.
Selain perbaikan infrastruktur pendidikan, pemerintah daerah juga meluncurkan program beasiswa bagi mahasiswa. Program ini dirancang berbeda dengan kebijakan sebelumnya karena penerima beasiswa dapat menikmatinya hingga menyelesaikan studi.
Dalam lima tahun ke depan, Pemkab Jember menargetkan sebanyak 20 ribu mahasiswa menerima manfaat program tersebut.Persoalan ketiga adalah pelayanan publik. Untuk mempercepat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, Gus Fawait membuka kanal pengaduan bernama “Wadul Gus’e”.
Melalui kanal tersebut, masyarakat dapat menyampaikan keluhan maupun aspirasi secara langsung. Hingga saat ini tercatat sekitar 12 ribu aduan telah masuk.
“Tujuan Wadul Gus’e supaya tidak ada jarak antara pemimpin dengan rakyatnya,” jelasnya.
Gus Fawait juga menyampaikan sejumlah rencana pembangunan yang sedang dipersiapkan, termasuk pembangunan Flyover Mangli dan renovasi Pasar Tanjung yang direncanakan dimulai pada tahun 2026.
Selain itu, pelayanan administrasi kependudukan kini semakin mudah. Perekaman KTP elektronik sudah dapat dilakukan di setiap kecamatan setelah Pemkab Jember mendapatkan tambahan 68 ribu blangko KTP-el serta menambah mesin perekaman.Di akhir sambutannya, Gus Fawait kembali menegaskan bahwa masa depan Jember membutuhkan keterlibatan generasi muda.
“Saya tunggu masukan adik-adik mahasiswa dan pemuda. Saya pikir itu saudara-saudara,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyambutan maupun jamuan terdapat kekurangan.
“Terakhir, saya mohon maaf apabila dalam penyambutan dan penyajian kami ada yang kurang,” tutup Gus Fawait.
Pertemuan tersebut pun menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dan generasi muda, sekaligus menandai komitmen bersama untuk membangun Jember yang lebih maju dan inklusif. (But)