Diskopumdag Jember Pantau Antrean BBM di SPBU Klatakan
- 09 September 2026
- Dibaca 47 Kali
Bagikan Via:
Diskopumdag Jember Pantau Antrean BBM di SPBU Klatakan
JEMBER, 09 SEPTEMBER 2026 – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember memantau antrean bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Klatakan, Kecamatan Tanggul, Rabu 09 September 2026. Pemantauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan BBM sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.
Kepala Bidang Pengembangan dan Pengendalian Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Diskopumdag Jember, Lilik Makhfiyah, S.Pd., M.Pd., mengatakan ketersediaan BBM untuk masyarakat masih cukup. Karena itu, masyarakat yang mengantre di SPBU diminta tidak khawatir dan membeli BBM sesuai kebutuhan.
“Ketersediaan BBM untuk masyarakat cukup. Masyarakat tidak perlu khawatir,” Ujarnya.
Selain memantau antrean, Diskopumdag memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang berada di lokasi SPBU. Imbauan tersebut disampaikan untuk meredam kekhawatiran yang dapat mendorong masyarakat membeli BBM dalam jumlah lebih banyak dari kebutuhan.
Lilik mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan panic buying. Pembelian secara berlebihan justru dapat meningkatkan kepadatan antrean di SPBU, terutama ketika terjadi peningkatan permintaan dalam waktu bersamaan.
Antrean BBM di sejumlah SPBU Jember menjadi perhatian pemerintah daerah dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan BBM bersubsidi maupun nonsubsidi di Jember tetap aman. Pertamina menyebut sempat terjadi keterlambatan distribusi ke sejumlah SPBU akibat kondisi lalu lintas di jalur distribusi dari Banyuwangi.
Pada Selasa, 08 September 2026 malam, Bupati Jember Muhammad Fawait juga melakukan inspeksi mendadak di sejumlah SPBU untuk memantau kondisi distribusi dan antrean. Pemerintah Kabupaten Jember kemudian memastikan stok BBM aman dan mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Jember Sartini sebelumnya menyampaikan bahwa pasokan BBM ke Jember telah ditambah. Berdasarkan informasi yang diterima pemerintah daerah, distribusi BBM ke Jember mencapai lebih dari 800 kiloliter, sementara pada kondisi normal berada di kisaran 650 kiloliter per hari.
Kondisi tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk meminta masyarakat tetap tenang. Antrean yang terjadi tidak serta-merta menunjukkan bahwa stok BBM habis. Masyarakat diharapkan tidak terpengaruh oleh kekhawatiran yang dapat memicu pembelian dalam jumlah berlebihan.
Melalui monitoring di SPBU Klatakan, Diskopumdag Jember turut memastikan kondisi ketersediaan BBM di lapangan sekaligus menyampaikan informasi kepada masyarakat. Imbauan untuk membeli sesuai kebutuhan diharapkan dapat membantu menjaga ketertiban antrean dan mencegah kepanikan di tengah masyarakat. (za)