Dua Tokoh Agama di Puger Mendapat Perhatian Khusus, Wujud Kepedulian terhadap Kesehatan Ulama
- 16 Oktober 2026
- Dibaca 75 Kali
Bagikan Via:
Dua Tokoh Agama di Puger Mendapat Perhatian Khusus, Wujud Kepedulian terhadap Kesehatan Ulama
JEMBER, 16 OKTOBER 2026 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk para tokoh agama yang telah berkontribusi besar bagi lingkungan sekitarnya. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan layanan kesehatan homecare kepada dua tokoh agama di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Dua tokoh agama yang menerima layanan tersebut adalah KH. Maulana Syuhada, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Muhibbin Syuhada, dan Habib Isa Al Mahdi, Pengasuh Ponpes Darus Sholihin. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, dengan pendampingan langsung dari unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Puger bersama tim medis Puskesmas Puger.
Kunjungan ini menjadi wujud nyata kepedulian Pemkab Jember terhadap kesehatan para ulama yang memiliki peran penting dalam membina kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat. Melalui layanan homecare, pemerintah berupaya memastikan para tokoh agama memperoleh akses pelayanan kesehatan yang mudah, dekat, dan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Dalam kunjungan tersebut, tim medis melakukan pemeriksaan kesehatan, pemantauan tekanan darah, pemberian obat-obatan sesuai kebutuhan medis, serta konsultasi kesehatan secara langsung di kediaman masing-masing tokoh agama.
Camat Puger, Asrah Joyo Widono, menyampaikan salam hormat dan pesan dari Bupati Jember, Gus Fawait, kepada para ulama di wilayah Kecamatan Puger. Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap kesehatan tokoh agama merupakan bagian dari penghormatan pemerintah atas peran dan pengabdian mereka kepada masyarakat.
“Para ulama adalah tiang penopang masyarakat. Keberkahan desa ada di sini. Semoga para ulama senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan umur dan ilmu, serta terus menjadi pelita bagi masyarakat di sekitarnya,” ungkap Asrah menyampaikan pesan tersebut.
Menurutnya, kehadiran tim homecare tidak hanya bertujuan memberikan pelayanan medis, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan dan perhatian pemerintah kepada para tokoh agama yang selama ini menjadi panutan masyarakat.
“Kami ingin memastikan para tokoh agama kita tetap sehat karena keberadaan dan kesehatan mereka sangat berharga bagi warga. Layanan ini akan terus berjalan dengan memprioritaskan masyarakat yang membutuhkan, termasuk para tokoh agama dan lanjut usia (lansia) yang mengalami kesulitan untuk datang ke puskesmas,” ujar Asrah.
Sementara itu, KH. Maulana Syuhada menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian yang diberikan Pemkab Jember melalui layanan kesehatan langsung ke rumah tersebut.
“Kami merasa sangat diperhatikan. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jember, khususnya Gus Fawait, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Camat Puger dan telah berkenan datang langsung ke rumah kami,” tuturnya.
Ia menilai layanan homecare sangat membantu karena masyarakat, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan untuk bepergian, dapat memperoleh pelayanan kesehatan tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan.
“Sungguh luar biasa perhatian yang diberikan. Kami tidak harus datang ke fasilitas kesehatan karena dokter dan perawat datang langsung ke rumah. Semoga kebaikan ini menjadi amal jariah bagi semua pihak yang terlibat,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Puskesmas Puger, dr. A. Albaet Nasruloh, mengimbau keluarga tokoh agama agar tidak ragu menghubungi pihak puskesmas apabila terdapat keluhan atau masalah kesehatan.
“Jika suatu saat ada keluhan atau masalah kesehatan, jangan ragu untuk langsung menghubungi Puskesmas Puger. Kami siap memberikan pelayanan dan membantu sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Pelaksanaan layanan homecare ini sekaligus memperkuat sinergi antara unsur Muspika Puger dan Puskesmas Puger dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Perhatian khusus diberikan kepada warga yang mengalami keterbatasan akses, termasuk masyarakat kurang mampu, lansia, serta mereka yang kesulitan mengunjungi fasilitas kesehatan.
Melalui layanan ini, Pemkab Jember berharap masyarakat dapat merasakan pelayanan kesehatan yang semakin mudah dijangkau, sekaligus memperkuat kepedulian terhadap kesehatan para tokoh agama yang memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. (sar)