logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

Duka Menyelimuti Antirogo, Pemerintah Kelurahan Iringi Kepergian Siswa SMP yang Tenggelam di Sungai Bedadung

  • 01 Juli 2026
  • Dibaca 57 Kali
Bagikan Via:
duka-menyelimuti-antirogo-pemerintah-kelurahan-iringi-kepergian-siswa-smp-yang-tenggelam-di-sungai-bedadung-20260701

Duka Menyelimuti Antirogo, Pemerintah Kelurahan Iringi Kepergian Siswa SMP yang Tenggelam di Sungai Bedadung

JEMBER, 01 JULI 2026 - Duka mendalam menyelimuti Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Tangis keluarga pecah saat jasad AHA, 13, pelajar SMPN 4 Jember yang dilaporkan tenggelam di Sungai Bedadung, Selasa sore, 30 Juni 2026, akhirnya ditemukan oleh tim gabungan setelah dilakukan pencarian intensif. Kepergian remaja yang dikenal ramah dan ceria itu menyisakan luka yang begitu dalam bagi keluarga, sahabat, guru, dan warga sekitar.

Peristiwa nahas itu bermula ketika AHA bersama sejumlah temannya berada di sekitar bantaran Sungai Bedadung. Diduga, sandal yang hanyut di aliran sungai membuat korban berusaha mengambilnya. Namun derasnya arus sungai menyeret tubuh korban hingga akhirnya tenggelam.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera meminta bantuan kepada petugas. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat langsung melakukan pencarian sejak korban dilaporkan hilang.

Setelah beberapa waktu melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Suasana haru menyelimuti proses evakuasi. Isak tangis keluarga tak terbendung saat jenazah tiba di rumah duka. Tetangga, kerabat, dan para pelayat berdatangan memberikan dukungan moril kepada keluarga yang tengah berduka.

Pemerintah Kelurahan Antirogo turut menyampaikan belasungkawa dan rasa prihatin yang mendalam atas musibah tersebut. Menurutnya, kehilangan seorang anak di usia yang masih sangat muda merupakan duka yang dirasakan seluruh warga.

"Kami atas nama Pemerintah Kelurahan Antirogo menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan menghadapi cobaan ini," ujar Teguh Tri Laksono, SE, MM, Lurah Antirogo.

Ia juga mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian, mulai dari tim penyelamat hingga warga yang bahu-membahu membantu selama operasi berlangsung. Semangat gotong royong masyarakat menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih terjaga dengan baik di tengah musibah.

Tragedi ini menjadi pengingat bagi semua pihak agar semakin meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama ketika beraktivitas di sekitar sungai. Sungai Bedadung yang tampak tenang di permukaan dapat berubah berbahaya akibat arus yang deras, terutama setelah hujan turun di wilayah hulu.

Pemerintah Kelurahan Antirogo mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran bersama. Orang tua diharapkan terus mengingatkan anak-anak agar tidak bermain di kawasan sungai tanpa pengawasan, sementara masyarakat diminta saling peduli dan segera melapor apabila melihat situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Di balik musibah ini, tersisa doa dan harapan. Kepergian AHA meninggalkan kenangan yang tak akan mudah dilupakan oleh keluarga maupun teman-temannya. Semoga duka yang kini menyelimuti Antirogo perlahan berganti dengan ketabahan, dan peristiwa serupa tidak kembali terulang di kemudian hari. (dan)

Galeri Foto