Oleh : RSD. Balung
EDUKASI KESEHATAN: Rokok Sebagai Pemicu STEMI, dr. Ratna Pancasari, Sp.JP Ingatkan Masyarakat untuk Waspada
- 08 Desember 2025
- Dibaca 226 Kali
Bagikan Via:
EDUKASI KESEHATAN: Rokok Sebagai Pemicu STEMI, dr. Ratna Pancasari, Sp.JP Ingatkan Masyarakat untuk Waspada
Rokok masih menjadi salah satu faktor risiko terbesar penyakit jantung di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh dr. Ratna Pancasari, Sp.JP, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSD Balung, dalam edukasi kesehatan mengenai bahaya STEMI (ST-Elevation Myocardial Infarction) atau serangan jantung akut yang sangat mematikan.
Menurut dr. Ratna, STEMI terjadi ketika aliran darah ke otot jantung tersumbat secara total akibat pembekuan darah yang terbentuk di dalam pembuluh koroner. Salah satu pemicu utama penyumbatan ini adalah kebiasaan merokok. “Zat berbahaya dalam rokok dapat merusak dinding pembuluh darah, memicu penyempitan, dan mempercepat terbentuknya plak. Ketika plak tersebut pecah, terjadi penyumbatan total yang menyebabkan STEMI,” jelasnya.STEMI merupakan kondisi gawat darurat yang membutuhkan penanganan secepat mungkin. Gejalanya antara lain nyeri dada hebat, menjalar ke lengan kiri atau rahang, disertai keringat dingin, sesak, hingga mual. Jika tidak ditangani dalam waktu “golden period”, kerusakan otot jantung akan semakin luas dan berpotensi menyebabkan kematian.dr. Ratna juga menegaskan bahwa perokok aktif maupun pasif memiliki risiko yang sama berbahayanya. “Satu batang rokok saja sudah dapat memicu kejang pembuluh darah dan meningkatkan risiko serangan jantung. Semakin lama seseorang merokok, semakin tinggi peluang terjadinya STEMI,” ujarnya.Untuk mencegah STEMI, dr. Ratna memberikan sejumlah imbauan kepada masyarakat: Berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok, Kelola tekanan darah, kolesterol, dan gula darah, Rutin olahraga minimal 30 menit per hari, Konsumsi makanan sehat dan kurangi lemak jenuh, Segera periksa ke dokter bila muncul nyeri dada yang mencurigakandr. Ratna berharap edukasi ini dapat membuka kesadaran masyarakat bahwa serangan jantung tidak hanya menyerang orang tua, tetapi juga usia produktif, terutama perokok. “Jantung adalah organ vital yang tidak bisa diganti. Menghindari rokok adalah langkah paling cepat dan efektif untuk menurunkan risiko STEMI,” pungkasnya.RSD Balung mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kesehatan jantung sejak dini dan menjauhi rokok demi hidup yang lebih panjang dan berkualitas.