Empat Dusun di Subo Dilanda Kekeringan, BPBD Jember Salurkan Air Bersih
- 02 Oktober 2026
- Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
Empat Dusun di Subo Dilanda Kekeringan, BPBD Jember Salurkan Air Bersih
JEMBER – Dampak musim kemarau mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Jember. Di Desa Subo, Kecamatan Pakusari, sebanyak 150 kepala keluarga (KK) di empat dusun mengalami kesulitan mendapatkan air bersih setelah sumur-sumur warga mengering.
Menanggapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak, Kamis (1/10/2026). Kegiatan tersebut merupakan distribusi bantuan air bersih ke-2 untuk penanganan dampak kekeringan di wilayah Desa Subo.
Empat wilayah yang menjadi sasaran distribusi meliputi Dusun Kaliwining RT 02/RW 06 dengan 60 KK, Dusun Karang Duren RT 02/RW 09 sebanyak 30 KK, Dusun Sanggar RT 02/RW 01 sebanyak 30 KK, serta Dusun Karang Sadang RT 04/RW 04 sebanyak 30 KK.
Kondisi kekeringan terjadi setelah musim kemarau melanda wilayah Kabupaten Jember sejak Agustus 2026. Di Desa Subo, sejumlah sumur warga telah mengering sehingga masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
“Warga harus mengambil air dari sumber mata air yang berada di dekat sungai dengan jarak kurang lebih 800 meter. Sebagian warga juga terpaksa membeli air galonan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Dwi Agit Maulana Putra, anggota TRC BPBD Kabupaten Jember.
Selain keterbatasan sumber air, wilayah terdampak juga belum memiliki jaringan pipanisasi. Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin bergantung pada sumber air alternatif maupun bantuan distribusi air bersih dari pemerintah.
Tim BPBD Jember bergerak menuju lokasi sekitar pukul 15.00 WIB dan tiba di wilayah terdampak sekitar pukul 15.30 WIB. Petugas kemudian melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Subo dan unsur terkait sebelum melaksanakan distribusi air bersih.
Sebanyak 5.000 liter air bersih menggunakan satu unit truk tangki disalurkan ke sejumlah tandon yang telah tersedia di lokasi. Selain itu, BPBD juga mendukung penyediaan lima tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter untuk membantu warga menyimpan pasokan air bersih.
Dalam kegiatan tersebut, petugas TRC-PB BPBD Jember juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kondisi bencana kekeringan dan pentingnya pengelolaan air secara bijak selama musim kemarau.
“Distribusi ini diharapkan bisa membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, terutama karena sumber air di lingkungan mereka sudah mulai sulit didapat,” tambah Dwi Agit.
BPBD Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih di wilayah terdampak dilakukan secara berkala, yakni setiap tiga hari sekali, selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
Kegiatan yang melibatkan BPBD Jember, Babinsa Subo, Kepala Desa Subo, kepala dusun, RT/RW, serta masyarakat tersebut berlangsung aman dan lancar. Tidak terdapat kendala dalam pelaksanaan distribusi bantuan air bersih.
Dengan adanya penyaluran secara berkala, kebutuhan air bersih warga di empat dusun tersebut diharapkan tetap dapat terpenuhi hingga kondisi sumber air kembali normal. (bob)