logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Empat Perawat Jadi Kepala Puskesmas, Momentum HUT ke-52 PPNI di Jember Dorong Kesetaraan Nakes

  • 12 April 2026
  • Dibaca 174 Kali
Bagikan Via:
empat-perawat-jadi-kepala-puskesmas-momentum-hut-ke-52-ppni-di-jember-dorong-kesetaraan-nakes-20260413

Empat Perawat Jadi Kepala Puskesmas, Momentum HUT ke-52 PPNI di Jember Dorong Kesetaraan Nakes

JEMBER, 12 APRIL 2026 – Bupati Jember, Muhammad Fawait, membuka peluang lebih luas bagi perawat untuk menduduki jabatan strategis di fasilitas layanan kesehatan. Bahkan, untuk pertama kalinya dalam sejarah daerah tersebut, perawat dipercaya menjadi kepala puskesmas.

Pernyataan itu disampaikan bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu saat menghadiri kegiatan Halalbihalal yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-52 Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Sabtu 11 April 2026, di Pendopo Wahyawibawagraha, Jember.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Jember untuk merangkul seluruh elemen tenaga kesehatan, tanpa terkecuali. Menurut dia, langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem layanan kesehatan daerah.

“Pemkab Jember ingin merangkul semua elemen tenaga medis dan tenaga kesehatan, termasuk bidan dan perawat. Bahkan, baru pertama kali dalam sejarah Jember, ada perawat yang diberi kesempatan menjadi kepala puskesmas,” ujar Fawait.

Ia menyebut, saat ini terdapat empat perawat yang telah dipercaya memimpin puskesmas di Jember. Kebijakan ini, kata dia, akan terus dievaluasi berdasarkan kinerja.

“Jika puskesmas yang dipimpin perawat menunjukkan hasil yang baik, maka peluang ini akan diperluas. Kita beri kesempatan yang sama bagi perawat, dokter, dan bidan,” katanya.

Gus Fawait juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas profesi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Ia optimistis, sinergi antartenaga kesehatan akan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Selain itu, ia menyinggung peluang pengembangan sektor wisata medis di Jember. Menurutnya, konsep tersebut dapat menjadi nilai tambah, di samping potensi wisata alam yang telah lebih dulu dikenal.

“Di negara maju ada wisata medis. Ke depan, kita harapkan Jember juga bisa mengembangkan itu,” ucapnya.

Kegiatan Halalbihalal PPNI tersebut dihadiri perawat dari berbagai wilayah di Jember, serta jajaran Dinas Kesehatan dan PPKB. Acara itu juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus refleksi atas peran strategis perawat dalam sistem pelayanan kesehatan. (ken)

Galeri Foto