logo ppid jember kim
Oleh : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

Gempita di Bakesbangpol Jember: Kolaborasi Lintas Komunitas Gaungkan Kepedulian Penyintas Kanker Payudara

  • 17 Maret 2026
  • Dibaca 264 Kali
Bagikan Via:
gempita-di-bakesbangpol-jember-kolaborasi-lintas-komunitas-gaungkan-kepedulian-penyintas-kanker-payudara-20260317

Gempita di Bakesbangpol Jember: Kolaborasi Lintas Komunitas Gaungkan Kepedulian Penyintas Kanker Payudara

JEMBER – 16 Maret 2026.
Suasana hangat dan penuh empati terasa di Aula Nusantara Kantor Bakesbangpol Kabupaten Jember pada Senin sore. Program Gempita yang digelar dengan semangat kolaborasi lintas komunitas berhasil menghadirkan ruang berbagi, edukasi, sekaligus kepedulian bagi para penyintas kanker payudara.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB tersebut mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam satu tujuan mulia: meningkatkan kesadaran tentang kanker payudara serta memberikan dukungan moral kepada para penyintas. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara komunitas Peace Leader, komunitas peduli kanker Lovepink Indonesia, jemaat GBI Rock, serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Jember.
Acara dihadiri oleh Kepala Bidang Politik Dalam Negeri (Poldagri) Bakesbangpol Jember, Pendeta Beny dari GBI Rock, Khusnul selaku Ketua Love Pink, Andreas dari Peace Leader, serta para penyintas kanker yang menjadi tamu utama kegiatan tersebut.

Kegiatan secara resmi dimulai pukul 14.30 WIB dengan pembukaan oleh pembawa acara, Debora. Suasana menjadi khidmat ketika seluruh peserta berdiri menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya pada pukul 14.40 WIB. Momentum tersebut menjadi simbol persatuan bahwa kepedulian terhadap sesama adalah tanggung jawab bersama.
Selanjutnya, doa lintas agama dipanjatkan oleh perwakilan umat Islam dan Katolik. Doa tersebut menggambarkan semangat toleransi sekaligus harapan agar para penyintas kanker diberikan kekuatan, kesehatan, dan semangat untuk terus berjuang menjalani kehidupan.

Dalam sambutannya, Pendeta Beny menyampaikan bahwa kegiatan sosial seperti ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap sesama. Ia menekankan bahwa dukungan moral dan spiritual sangat dibutuhkan oleh para penyintas kanker agar tetap memiliki harapan dan semangat hidup.
“Penyintas kanker tidak boleh merasa sendiri. Kita semua hadir di sini untuk menunjukkan bahwa mereka memiliki keluarga besar yang siap mendukung dan menguatkan,” ujarnya.

Sementara itu, Andreas dari Peace Leader menekankan pentingnya kolaborasi lintas komunitas dalam membangun kesadaran sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, isu kesehatan seperti kanker payudara tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga medis, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
“Melalui kegiatan seperti Gempita ini, kita ingin menumbuhkan kepedulian dan edukasi kepada masyarakat bahwa deteksi dini kanker payudara sangat penting,” jelasnya.
Kegiatan kemudian secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Bakesbangpol Jember. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif kolaborasi antara komunitas dan organisasi sosial yang telah menghadirkan kegiatan edukatif sekaligus humanis.
Ia menegaskan bahwa Bakesbangpol tidak hanya berperan dalam menjaga stabilitas politik dan kebangsaan, tetapi juga mendorong penguatan nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial di masyarakat.
“Program seperti ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih sangat kuat. Ketika pemerintah dan komunitas bergerak bersama, dampaknya akan jauh lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Memasuki sesi inti, perwakilan dari Love Pink menyampaikan materi edukasi mengenai kanker payudara. Materi tersebut membahas pentingnya deteksi dini, pola hidup sehat, serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan perempuan untuk mengenali gejala kanker sejak awal.
Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi tersebut. Beberapa penyintas kanker bahkan turut berbagi pengalaman perjuangan mereka menghadapi penyakit yang sempat mengubah perjalanan hidup mereka. Kisah-kisah tersebut menghadirkan suasana haru sekaligus menginspirasi peserta yang hadir.

Diskusi interaktif pun berlangsung hangat. Peserta diberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada narasumber mengenai pencegahan dan penanganan kanker payudara. Kegiatan semakin meriah ketika panitia membagikan doorprize kepada peserta yang aktif dalam sesi diskusi.
Menjelang akhir acara, seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan solidaritas. Setelah itu, panitia mendistribusikan bantuan sembako kepada para penyintas kanker yang hadir sebagai bentuk dukungan nyata kepada mereka.

Kegiatan Gempita pun ditutup pada pukul 16.00 WIB dengan suasana penuh kehangatan. Meski berlangsung singkat, acara tersebut meninggalkan pesan kuat tentang pentingnya empati, kepedulian, serta kolaborasi lintas komunitas dalam menghadapi persoalan kemanusiaan.
Program ini diharapkan menjadi langkah kecil yang mampu menumbuhkan kesadaran lebih luas di masyarakat bahwa perjuangan melawan kanker tidak hanya dilakukan oleh para penyintas, tetapi juga oleh seluruh elemen bangsa yang peduli terhadap kehidupan dan kemanusiaan.(but)

Galeri Foto