Gencarkan Cakupan ASI Eksklusif, Ketua TP PKK Kecamatan Panti Hadiri Bimtek "Kemping Asik" Pokja IV
- 22 Mei 2026
- Dibaca 77 Kali
Bagikan Via:
Gencarkan Cakupan ASI Eksklusif, Ketua TP PKK Kecamatan Panti Hadiri Bimtek "Kemping Asik" Pokja IV
JEMBER, 22 MEI 2026 - Dalam upaya menekan angka stunting (tengkes) dan meningkatkan derajat kesehatan bayi sejak dini, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Panti terus bergerak aktif di lini lapangan. Langkah konkret ini ditunjukkan secara langsung oleh Ketua TP PKK Kecamatan Panti yang menghadiri sekaligus membuka secara resmi agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Kader Pokja IV dengan tajuk inovatif: "Kemping Asik" (Pendampingan ASI Eksklusif).
Acara yang berlangsung dengan penuh antusiasme ini dipusatkan di balai pertemuan kecamatan dan dihadiri oleh jajaran pengurus Pokja IV Kecamatan, para kader PKK desa se-Kecamatan Panti, serta perwakilan dari pihak Puskesmas setempat sebagai pemateri teknis.
Nama "Kemping Asik" yang disematkan dalam program ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah manifestasi dari metode pendampingan yang menyenangkan, interaktif, namun tetap sarat akan ilmu pengetahuan dasar kesehatan. Melalui pendekatan Pokja IV yang membidangi sektor Kesehatan, Kelestarian Lingkungan Hidup, dan Perencanaan Sehat, Bimtek ini dirancang untuk membekali para kader agar mampu menjadi garda terdepan dalam mengedukasi ibu menyusui di wilayah masing-masing.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kecamatan Panti, Trias Hendra, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh kader yang hadir. Beliau menekankan bahwa memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi adalah investasi mutlak bagi masa depan bangsa.
"Kader PKK adalah ujung tombak kita di masyarakat. Lewat program 'Kemping Asik' ini, kita ingin mengubah cara pandang masyarakat bahwa memberikan ASI eksklusif itu tidak berat, melainkan sebuah proses yang asyik, penuh kasih sayang, dan sangat krusial untuk mencegah anak-anak kita dari bahaya stunting," ujar Trias Hendra, Jumat 22 Mei 2026.
Sepanjang jalannya bimbingan teknis, para peserta disuguhi berbagai materi krusial yang dipandu langsung oleh tenaga kesehatan dan ahli gizi dari Puskesmas.
Tidak hanya mendengarkan paparan teori, para kader juga dilibatkan dalam sesi simulasi dan studi kasus. Mereka dilatih untuk menghadapi berbagai mitos salah yang masih berkembang di tengah masyarakat pedesaan—seperti memberikan pisang kerok atau air putih pada bayi di bawah usia enam bulan.
Kehadiran aktif Ketua TP PKK Kecamatan Panti dalam forum ini menegaskan kembali komitmen kelembagaan dalam mendukung program prioritas pemerintah pusat hingga daerah. Pokja IV diharapkan mampu mengintegrasikan hasil Bimtek ini ke dalam kegiatan Posyandu rutin di setiap desa.
Melalui pendampingan yang intensif dari rumah ke rumah (door-to-door), para kader diharapkan dapat mendeteksi secara dini ibu hamil dan ibu menyusui yang membutuhkan bantuan atau edukasi khusus mengenai ASI eksklusif.
Pihak Puskesmas yang hadir sebagai mitra kerja PKK juga menyatakan bahwa program sinergis seperti "Kemping Asik" ini sangat membantu menurunkan beban kerja kuratif di fasilitas kesehatan, karena pencegahan penyakit dan masalah gizi buruk pada anak justru dimulai dari penguatan edukasi di tingkat keluarga.
Di akhir acara, Ketua TP PKK Kecamatan Panti memimpin langsung penyusunan rencana tindak lanjut (RTL). Setiap desa diwajibkan untuk mereplikasi esensi dari program "Kemping Asik" ini dalam skala yang lebih lokal, serta melaporkan perkembangan cakupan ASI eksklusif di wilayahnya secara berkala setiap bulan.
Acara Bimtek ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan simbolis alat peraga edukasi menyusui kepada perwakilan kader dari masing-masing desa. Dengan terlaksananya kegiatan ini, TP PKK Kecamatan Panti optimis dapat menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan bebas dari ancaman stunting melalui gerakan sadar ASI eksklusif. (jha)