logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Gerakan Bebas Sampah Menguat, Warga Jember Lor Ubah Sampah Jadi Bernilai

  • 01 Juli 2026
  • Dibaca 34 Kali
Bagikan Via:
gerakan-bebas-sampah-menguat-warga-jember-lor-ubah-sampah-jadi-bernilai-20260701

Gerakan Bebas Sampah Menguat, Warga Jember Lor Ubah Sampah Jadi Bernilai

JEMBER, 01 JULI 2026 - Upaya Pemerintah Kabupaten Jember mewujudkan daerah bebas sampah mulai menunjukkan hasil. Sosialisasi pengelolaan sampah yang terus digencarkan di berbagai wilayah kini berdampak pada meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah sejak dari sumbernya.

Sejalan dengan arahan Bupati Jember Muhammad Fawait, Pemerintah Kelurahan Jemberlor, Kecamatan Patrang, kembali menggelar sosialisasi pengelolaan sampah. Kali ini, kegiatan dipimpin Ketua TP PKK Kelurahan Jemberlor, Nursyamsida Tohari, SE, MM, bersama jajaran pengurus PKK di RW 26, meliputi RT 1 hingga RT 4.

Puluhan warga mengikuti kegiatan yang berlangsung di halaman terbuka dan di Mushola wilayah setempat. Selain mendapat pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, peserta juga diajak menerapkan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai langkah nyata mengurangi timbunan sampah rumah tangga.

Nursyamsida menjelaskan, perubahan pola pikir masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah. Menurutnya, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan dapat memiliki nilai ekonomi apabila dipilah dan dikelola dengan baik.

"Tujuan utama kegiatan ini adalah mendukung terwujudnya Kabupaten Jember bebas sampah sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan sampah yang masih bernilai ekonomis," ujarnya, Selasa sore, 30 Juni 2026.

Ia menambahkan, pengurangan sampah dari sumber merupakan pendekatan paling efektif untuk mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir (TPA) yang kapasitasnya semakin terbatas. Karena itu, edukasi kepada masyarakat akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Lurah Jemberlor, Moh. Zaim Ilmi, S.Sos., M.Si. Menurutnya, sosialisasi mulai memberikan dampak positif terhadap perilaku warga dalam mengelola sampah.

"Kesadaran masyarakat semakin meningkat. Warga mulai membiasakan memilah sampah organik dan anorganik dari rumah masing-masing. Ini menjadi modal penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif," katanya.

Ia berharap semangat warga terus terjaga sehingga budaya memilah dan mengolah sampah menjadi kebiasaan sehari-hari. Dengan kolaborasi pemerintah kelurahan, TP PKK, dan masyarakat, target mewujudkan Jember sebagai kabupaten yang bersih, sehat, serta mampu menjadikan sampah bernilai ekonomi diyakini dapat tercapai. (yud)

Galeri Foto