logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Gerakan Tanam Serentak di Jember, Dorong Produksi Padi dan Jaga Stabilitas Harga Beras

  • 23 April 2026
  • Dibaca 233 Kali
Bagikan Via:
gerakan-tanam-serentak-di-jember-dorong-produksi-padi-dan-jaga-stabilitas-harga-beras-20260425

Gerakan Tanam Serentak di Jember, Dorong Produksi Padi dan Jaga Stabilitas Harga Beras

JEMBER, 23 APRIL 2026 - Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional kini semakin nyata di tingkat lapangan. Melalui Gerakan Tanam Padi Serentak yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia, pendekatan sistem pertanian yang terintegrasi mulai diterapkan di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Jember.

Di Desa Karang Duren, Kecamatan Balung, kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 23 April 2026 sekitar pukul 09.00 WIB. Namun kegiatan ini tidak sekadar seremoni tanam bersama. Lebih dari itu, gerakan ini menjadi bagian dari strategi besar dalam mengelola ekosistem pertanian secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.

Konsep tanam serentak dirancang untuk menyelaraskan waktu tanam petani, sehingga berbagai persoalan klasik pertanian dapat ditekan secara bersamaan. Dengan pola ini, siklus hama seperti tikus dan wereng dapat diputus karena tidak adanya tanaman padi yang tersedia sepanjang waktu sebagai tempat berkembang biak. Di sisi lain, pemanfaatan air irigasi menjadi lebih efisien karena disesuaikan dengan kebutuhan tanam yang seragam.

Pendekatan yang digunakan dalam program ini dikenal dengan konsep “ATRR”, yakni Anarkesi atau pengolahan tanah, Tanam, Rotasi, dan Reklamasi. Skema ini memastikan bahwa kegiatan pertanian tidak berhenti pada proses tanam saja, melainkan berlanjut hingga pengelolaan lahan secara berkelanjutan.

Pelaksanaan kegiatan di Karang Duren melibatkan berbagai unsur lintas sektor, mulai dari Muspika, Pimpinan Cabang Bulog, SR PI Jember, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Penanggung Jawab Kementerian Pertanian Kabupaten Jember, Tim Kerja PPL, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) beserta anggota, hingga perwakilan pengurus kelompok tani setempat. Keterlibatan ini mencerminkan bahwa sektor pertanian membutuhkan kolaborasi menyeluruh agar program dapat berjalan efektif.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Jember mengambil peran sebagai narasumber dan fasilitator bersama tim Kementerian Pertanian. Kehadiran pemerintah daerah menjadi penting sebagai penghubung antara kebijakan nasional dan implementasi di lapangan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Luhur Prayogo, dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa keseragaman pola tanam memiliki dampak langsung terhadap produktivitas dan efisiensi usaha tani.

“Gerakan tanam serentak ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi, tetapi juga untuk menekan serangan hama dan mengoptimalkan penggunaan air irigasi,” ujarnya.

Selain itu, petani juga didorong untuk menggunakan benih bersertifikat, menerapkan pemupukan berimbang, serta mengadopsi sistem tanam jajar legowo guna meningkatkan hasil panen. Dampaknya tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pada efisiensi biaya, kualitas hasil, serta kemudahan akses terhadap bantuan benih dan pupuk subsidi yang lebih terkoordinasi.

Dari Desa Karang Duren, terlihat bahwa ketahanan pangan tidak dibangun secara instan, melainkan melalui kerja sistematis dan kolaboratif. Ketika pola tanam, pengelolaan sumber daya, dan sinergi antar pemangku kepentingan berjalan selaras, maka target swasembada pangan bukan sekadar wacana, melainkan arah yang sedang diwujudkan secara nyata. (fan)

Galeri Foto