logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Puger

Hari Santri di Puger Penuh Kehangatan, Tokoh Lintas Agama Tunjukkan Wajah Toleransi

  • 22 Oktober 2026
  • Dibaca 31 Kali
Bagikan Via:
hari-santri-di-puger-penuh-kehangatan-tokoh-lintas-agama-tunjukkan-wajah-toleransi-20261023

Hari Santri di Puger Penuh Kehangatan, Tokoh Lintas Agama Tunjukkan Wajah Toleransi

JEMBER, 22 OKTOBER 2026 – Peringatan Hari Santri 2026 di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, berlangsung dalam suasana hangat, penuh kebersamaan, dan sarat pesan kerukunan. Kehadiran para pemuka agama dari berbagai latar belakang dalam apel peringatan Hari Santri di Alun-Alun Puger, Kamis 22 Oktober 2026, menjadi simbol kuat terjaganya toleransi dan keharmonisan antarumat beragama di wilayah tersebut.

Momentum ini menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk membangun persaudaraan. Sebaliknya, keberagaman menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan dan menciptakan kehidupan bermasyarakat yang damai.

Dalam sambutannya, Camat Puger, Asrah Joyo Widono, menyampaikan pesan Bupati Jember, Gus Fawait. Ia juga mengajak seluruh santri, khususnya di Kecamatan Puger, untuk terus meningkatkan kualitas diri dengan memadukan penguasaan ilmu agama dan kemampuan mengikuti perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, santri masa kini tidak cukup hanya memiliki pemahaman agama yang mendalam, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan kemajuan zaman. Penguasaan teknologi menjadi salah satu bekal penting agar santri dapat berkontribusi lebih luas bagi masyarakat.

“Jadilah generasi yang kuat imannya, cerdas ilmunya, dan mahir di zamannya. Agama dan teknologi bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan untuk kebaikan bersama,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya bagi santri untuk mempelajari dan menguasai teknologi digital tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan. Dengan demikian, santri diharapkan mampu menjadi generasi yang berakhlak mulia, berwawasan luas, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

Sementara itu, Pdt. Andreas Anang mengatakan bahwa peringatan Hari Santri di Kecamatan Puger terasa semakin istimewa dengan kehadiran para pemuka agama dari berbagai latar belakang. Menurutnya, kebersamaan tersebut merupakan bukti nyata bahwa kerukunan antarumat beragama di Puger terus terjaga dengan baik.

Ia menilai, kehadiran tokoh-tokoh lintas agama dalam satu kegiatan bukan sekadar bentuk partisipasi, melainkan juga wujud penghormatan dan dukungan terhadap nilai-nilai kebaikan yang dijunjung bersama.

“Hari Santri bukan hanya milik satu golongan, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan moral yang dapat dirayakan bersama oleh seluruh masyarakat Puger,” ujar Andreas.

Ia berharap semangat kebersamaan tersebut terus dipelihara dan menjadi landasan untuk memperkuat toleransi, persaudaraan, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Peringatan Hari Santri 2026 di Kecamatan Puger pun menjadi pengingat bahwa semangat santri tidak hanya tercermin dalam penguatan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga dalam upaya merawat persatuan, menghargai perbedaan, dan menyongsong kemajuan teknologi demi kebaikan bersama. (sar)

Galeri Foto