Home Care Tetap Pantau Perempuan Disabilitas di Kranjingan, Pemeriksaan Lanjutan Diupayakan
- 11 Oktober 2026
- Dibaca 27 Kali
Bagikan Via:
Home Care Tetap Pantau Perempuan Disabilitas di Kranjingan, Pemeriksaan Lanjutan Diupayakan
JEMBER, 11 OKTOBER 2026 – Puskesmas Gladak Pakem terus melakukan pendampingan kesehatan terhadap Lutfiah, perempuan berusia 24 tahun penyandang disabilitas yang tinggal di Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember.
Melalui program Home Care, petugas melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sembari mengupayakan pemeriksaan lanjutan di rumah sakit.
Kepala Puskesmas Gladak Pakem, dr. Tunsiah, mengatakan Lutfiah menjadi salah satu sasaran pelayanan Home Care. Berdasarkan pemeriksaan awal, petugas menemukan indikasi gangguan perkembangan yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter spesialis.
“Dari pemeriksaan kami, yang pertama ada retardasi mental, kemudian juga sepertinya ada ke arah autisme,” ujar Tunsiah, Minggu 11 Oktober 2026.
Sebelumnya, pihak puskesmas telah mengkonsultasikan kondisi Lutfiah kepada dokter spesialis di rumah sakit. Namun, pemeriksaan lanjutan belum dapat dilakukan karena puskesmas belum memperoleh izin dari ayah Lutfiah.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghentikan pendampingan yang dilakukan petugas. Puskesmas tetap menjadwalkan pemeriksaan kesehatan minimal satu kali setiap bulan untuk memantau kondisi Lutfiah.
“Kami melakukan pemeriksaan kesehatan sebulan sekali minimal. Kemudian, kami masih mengkomunikasikan dengan keluarga supaya nanti dari puskesmas bisa membawa saudari Lutfiah ini untuk pemeriksaan ke rumah sakit,” jelasnya.
Sementara dari sisi pembiayaan, Lutfiah telah memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan yang ditanggung melalui program Universal Health Coverage (UHC) Pemerintah Kabupaten Jember.
“Kalau untuk pembiayaan tidak ada masalah. Karena Lutfiah sudah punya BPJS yang tercover dari UHC,” pungkasnya.
Camat Sumbersari, Deni Hadiatullah, S.IP., M.M., mengatakan Program Home Care tidak hanya menjadi layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga bentuk kepedulian pemerintah terhadap kelompok rentan, khususnya wong cilik yang memerlukan perhatian dan penanganan lebih lanjut di Kabupaten Jember.
Menurut Camat Deni, kehadiran pemerintah dalam kegiatan Home Care tidak semata-mata untuk melakukan kunjungan, tetapi juga memastikan adanya tindak lanjut konkret terhadap kebutuhan warga setelah pemeriksaan dilakukan.
“Home Care bukan saja program kesehatan bagi masyarakat, khususnya wong cilik yang membutuhkan perhatian dan tindak lanjut konkret dalam penanganan kesehatannya. Namun, ini juga bagian dari bentuk humanisme kebirokrasian yang dilaksanakan oleh segenap aparatur terkait di wilayah,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kecamatan Sumbersari turut berkomitmen mendampingi masyarakat yang membutuhkan bantuan, termasuk menindaklanjuti persyaratan administratif maupun kebutuhan pendukung lainnya setelah kunjungan Home Care.
Lebih lanjut, pemerintah kecamatan siap berkoordinasi dengan pihak terkait agar kebutuhan warga dapat ditangani sesuai kewenangan masing-masing.
“Harapannya, semoga sinergi lintas sektor dalam program Home Care dapat memastikan masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus tidak berhenti pada kunjungan semata, tetapi juga mendapatkan pendampingan dan tindak lanjut sesuai kebutuhannya,” tandasnya. (fat)