Homecare PKM Nogosari Jemput Bola, Lima Warga Gumuksari Curahmalang Dapat Perhatian Langsung Tim Kesehatan
- 11 September 2026
- Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
Homecare PKM Nogosari Jemput Bola, Lima Warga Gumuksari Curahmalang Dapat Perhatian Langsung Tim Kesehatan
JEMBER, 11 September 2026 – Pelayanan kesehatan tidak selalu harus menunggu warga datang ke Puskesmas. Semangat memberikan pelayanan yang lebih dekat dan menyentuh langsung masyarakat terus diwujudkan melalui program Homecare Puskesmas Nogosari Kecamatan Rambipuji.
Hari ini, Jumat, 11 September 2026, Tim Homecare Puskesmas Nogosari kembali turun langsung ke tengah masyarakat. Dipimpin langsung oleh dr. Amafira selaku Kepala Puskesmas Nogosari, bersama jajaran tim kesehatan, pelayanan dilakukan dengan mendatangi warga yang membutuhkan perhatian dan pendampingan kesehatan secara langsung di rumah.
Kegiatan tersebut menyasar warga di Dusun Gumuksari, Desa Curahmalang, Kecamatan Rambipuji. Turut mendampingi pelaksanaan Homecare, Maret Trisia Hesty Norcahya selaku Kasi PMKS Kecamatan Rambipuji, sebagai bentuk sinergi antara pelayanan kesehatan dan pelayanan sosial di tingkat kecamatan.
Kehadiran Tim Homecare ini menjadi gambaran nyata bahwa pelayanan kesehatan semakin diarahkan untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, terutama bagi kelompok yang memiliki keterbatasan untuk mengakses layanan kesehatan secara mandiri.
Dalam kunjungan tersebut, sedikitnya lima warga menjadi sasaran pelayanan dan pemantauan kesehatan.
Sasaran pertama adalah Uswatun Hasanah, seorang ibu hamil dengan risiko tinggi atau bumil risti. Kondisi kehamilan berisiko membutuhkan pemantauan yang lebih intensif agar kesehatan ibu maupun calon bayi tetap terjaga. Melalui kunjungan langsung, tim kesehatan dapat melihat kondisi pasien sekaligus memberikan pendampingan dan edukasi yang diperlukan.
Sasaran berikutnya adalah Maulidia Nadia, yang masuk dalam kategori stunting. Penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan kondisi anak saat ini, tetapi juga menyangkut pertumbuhan dan perkembangan dalam jangka panjang. Karena itu, pemantauan secara berkelanjutan menjadi bagian penting dalam upaya memastikan anak memperoleh perhatian yang sesuai dengan kebutuhannya.
Tim Homecare kemudian mengunjungi Mashuri, warga yang mengalami keluhan saraf terjepit. Kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan membutuhkan perhatian terhadap kondisi fisik serta penanganan yang tepat. Dengan kunjungan ke rumah, tim kesehatan dapat melakukan pemantauan sekaligus memberikan arahan kepada pasien dan keluarga mengenai langkah-langkah perawatan yang diperlukan.
Sasaran keempat adalah Toyiba, yang mengalami stroke ringan. Kondisi pascastroke membutuhkan perhatian serius agar proses pemulihan dapat berjalan optimal. Pendampingan keluarga juga menjadi bagian penting karena dukungan orang terdekat sangat dibutuhkan dalam menjaga kondisi pasien dan membantu menjalani proses pemulihan.
Sementara itu, sasaran kelima adalah Slamet, seorang penyandang disabilitas (difabel). Kehadiran Tim Homecare menjadi bentuk perhatian terhadap kelompok masyarakat yang mungkin menghadapi keterbatasan dalam memperoleh pelayanan kesehatan secara langsung.
Kunjungan tersebut bukan sekadar pemeriksaan kesehatan. Lebih dari itu, Homecare menjadi bentuk pelayanan yang mengedepankan pendekatan jemput bola, dengan mendatangi langsung masyarakat yang membutuhkan.
Sinergi antara Puskesmas Nogosari dan Kecamatan Rambipuji melalui Kasi PMKS menunjukkan bahwa persoalan kesehatan masyarakat tidak dapat berdiri sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, keluarga, serta masyarakat untuk memastikan warga yang memiliki kebutuhan khusus tidak terlewatkan dari perhatian pelayanan publik.
dr. Amafira, selaku Kepala Puskesmas Nogosari, bersama Tim Kesehatan turun langsung melihat kondisi warga. Kehadiran tenaga kesehatan di lingkungan tempat tinggal pasien memberikan ruang bagi keluarga untuk menyampaikan kondisi yang dialami secara lebih terbuka, sekaligus memperoleh edukasi terkait perawatan dan pemantauan kesehatan.
Di sisi lain, pendampingan dari Maret Trisia Hesty Norcahya selaku Kasi PMKS Kecamatan Rambipuji memperkuat keterhubungan antara aspek kesehatan dan sosial. Terlebih, sasaran Homecare berasal dari kelompok yang memiliki kebutuhan berbeda-beda, mulai dari ibu hamil risiko tinggi, anak dengan stunting, warga dengan gangguan saraf, pasien pascastroke, hingga penyandang disabilitas.
Program seperti ini menjadi penting karena pelayanan publik yang baik bukan hanya diukur dari seberapa banyak masyarakat yang datang ke fasilitas pelayanan, tetapi juga dari seberapa jauh pemerintah mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Homecare Puskesmas Nogosari hadir membawa pesan sederhana namun kuat: warga tidak harus selalu datang mencari pelayanan, ketika kondisi membutuhkan, pelayananlah yang datang menghampiri warga.
Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya memperkuat deteksi dini, pemantauan kondisi kesehatan, edukasi keluarga, serta memastikan masyarakat yang masuk dalam kelompok prioritas mendapatkan perhatian secara berkelanjutan.
Dari Dusun Gumuksari, Desa Curahmalang, semangat pelayanan kesehatan pun kembali ditegaskan. Lima warga dengan kondisi berbeda mendapatkan kunjungan langsung dari tenaga kesehatan. Di balik setiap kunjungan, ada harapan agar masyarakat tetap mendapatkan hak pelayanan kesehatan secara layak, dekat, dan manusiawi.
Homecare bukan sekadar datang dan memeriksa. Homecare adalah tentang hadir, melihat, mendengar, mendampingi, dan memastikan tidak ada warga yang merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan kesehatan.
Dengan pola pelayanan jemput bola tersebut, Puskesmas Nogosari terus berupaya mendekatkan layanan kepada masyarakat Kecamatan Rambipuji, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian lebih dan tidak mudah mengakses fasilitas kesehatan secara mandiri.
Kunjungan Homecare di Dusun Gumuksari menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan yang menyentuh masyarakat adalah pelayanan yang hadir tepat sasaran, langsung ke rumah warga, dan mengutamakan sisi kemanusiaan.(sai)