logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Jelbuk

Kader Posyandu dan KKN Kolaboratif Desa Cinta Praktik Olahan Daun Kelor di Sucopangepok

  • 20 Agustus 2026
  • Dibaca 12 Kali
Bagikan Via:
kader-posyandu-dan-kkn-kolaboratif-desa-cinta-praktik-olahan-daun-kelor-di-sucopangepok-20260820

Kader Posyandu dan KKN Kolaboratif Desa Cinta Praktik Olahan Daun Kelor di Sucopangepok

JEMBER, 20 AGUSTUS 2026 - Pertemuan kader sekaligus praktik pembuatan gami daun kelor bersama mahasiswa KKN Kolaboratif Desa Cinta digelar di Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Kamis 20 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat.

Kegiatan dihadiri perwakilan kader dari setiap posyandu sebanyak dua orang, bidan desa, perwakilan Puskesmas Jelbuk, serta Plt Camat Jelbuk Bawa Wicaksono A, S.TP. Sejumlah mahasiswa KKN Kolaboratif Desa Cinta juga terlibat langsung dalam praktik pengolahan daun kelor menjadi gami.

Praktik tersebut tidak hanya berfokus pada proses pembuatan makanan, tetapi juga menjadi sarana bagi kader dan mahasiswa untuk bertukar pengalaman mengenai pemanfaatan potensi pangan yang ada di desa. Daun kelor yang mudah dijumpai di lingkungan masyarakat diolah menjadi makanan yang diharapkan dapat diterima oleh keluarga.

Bawa Wicaksono mengapresiasi kegiatan yang melibatkan kader, tenaga kesehatan, dan mahasiswa KKN tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, tenaga kesehatan, dan mahasiswa dalam mengembangkan potensi yang ada di desa.

“Saya mengapresiasi pertemuan dan praktik pembuatan gami daun kelor ini. Kegiatan seperti ini bukan hanya tentang membuat makanan, tetapi juga bagaimana kita bersama-sama menggali potensi yang ada di lingkungan masyarakat. Semoga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dan dikembangkan oleh para kader serta masyarakat,” ujar Bawa.

Sementara itu, peserta KKN Kolaboratif Desa Cinta, Gesya Wima, mengatakan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus berbagi pengetahuan yang dimiliki.

“Kami senang bisa terlibat bersama para kader dan masyarakat. Melalui praktik ini, kami tidak hanya belajar membuat olahan daun kelor, tetapi juga belajar bagaimana potensi yang ada di desa dapat dimanfaatkan dan dikembangkan bersama,” kata Gesya.

Bidan Desa Sucopangepok, Tria Dewi, menilai kegiatan tersebut memberikan nilai positif karena kader mendapatkan pengalaman tambahan dalam mengolah bahan pangan yang tersedia di sekitar mereka.

“Kegiatan seperti ini sangat baik karena kader bisa mendapatkan pengalaman baru. Daun kelor yang ada di sekitar kita dapat diolah menjadi makanan. Harapannya, pengetahuan ini bisa diteruskan kepada keluarga dan masyarakat sehingga pemanfaatan pangan lokal semakin berkembang,” ujar Tria.

Hal senada disampaikan kader posyandu, Fira Yuniar. Menurutnya, praktik secara langsung membuat kader lebih mudah memahami tahapan pembuatan gami daun kelor.

“Kami sangat senang bisa mengikuti praktik secara langsung. Jadi, kami tidak hanya mendapatkan penjelasan, tetapi juga bisa melihat dan mencoba proses pembuatannya. Semoga ilmu ini bisa kami bagikan kepada kader lainnya dan masyarakat,” tutur Fira.

Kegiatan pertemuan kader dan praktik pembuatan gami daun kelor tersebut berlangsung dengan suasana interaktif. Para peserta mengikuti tahapan praktik dan berdiskusi mengenai pemanfaatan bahan pangan lokal.

Melalui kegiatan tersebut, kolaborasi antara kader posyandu, tenaga kesehatan, mahasiswa KKN, dan pemerintah diharapkan dapat terus berjalan. Selain memperkuat peran kader di tengah masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan potensi pangan yang tersedia di Desa Sucopangepok. (ama)

Galeri Foto