logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Silo

Kecamatan Silo Tunjukkan Kekompakan di Tajemtra 2026, Rawat Tradisi Jember 49 Tahun

  • 06 September 2026
  • Dibaca 15 Kali
Bagikan Via:
kecamatan-silo-tunjukkan-kekompakan-di-tajemtra-2026-rawat-tradisi-jember-49-tahun-20260908

Kecamatan Silo Tunjukkan Kekompakan di Tajemtra 2026, Rawat Tradisi Jember 49 Tahun

JEMBER, 05 SEPTEMBER 2026 - Semangat kebersamaan ditunjukkan jajaran Pemerintah Kecamatan Silo dalam mengikuti Tanggul–Jember Tradisional (Tajemtra) 2026, Sabtu 05 September 2026.

Dipimpin langsung Camat Silo Bagas Wahyudi Witjaksono, S.E., rombongan Kecamatan Silo menempuh rute dari Alun-alun Tanggul hingga Alun-alun Jember. Perjalanan puluhan kilometer itu tidak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi juga momentum untuk merawat tradisi yang telah menjadi bagian dari sejarah Kabupaten Jember.

Tajemtra merupakan agenda tahunan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk perangkat kecamatan se-Kabupaten Jember. Selain menjadi ruang silaturahmi, kegiatan ini juga mempertemukan masyarakat dalam semangat gotong royong sekaligus memperkuat kecintaan terhadap tradisi lokal.

Bagas mengatakan, keikutsertaan Kecamatan Silo merupakan bentuk dukungan pemerintah kecamatan terhadap keberlangsungan Tajemtra sebagai warisan budaya Jember.

“Kami dari Pemerintah Kecamatan Silo mengeluarkan tim dari kecamatan untuk mengikuti kegiatan Tajemtra 2026,” ujar Bagas di sela kegiatan.

Menurut dia, Tajemtra memiliki makna lebih dari sekadar kegiatan jalan bersama. Tradisi tersebut telah berlangsung sejak 1977 dan menjadi bagian dari perjalanan panjang masyarakat Jember.

“Kegiatan ini bukan hanya kegiatan tahunan, tetapi juga bentuk merawat tradisi yang dibangun sejak 1977 atau tepatnya 49 tahun lalu,” katanya.

Bagi Bagas, mempertahankan Tajemtra berarti menjaga identitas daerah. Nilai sejarah dan semangat kebersamaan yang terkandung di dalamnya dinilai penting untuk terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Perjalanan tim Kecamatan Silo dimulai sejak pagi. Rombongan berangkat dari kantor kecamatan sekitar pukul 08.30 WIB dan tiba di Tanggul sekitar pukul 12.00 WIB.

“Alhamdulillah, tim Kecamatan Silo kompak. Kami berangkat pukul 08.30 dari kantor kecamatan sampai di Tanggul pukul 12.00,” ujar Bagas.

Setibanya di Alun-alun Tanggul, rombongan mengikuti apel pelepasan bersama peserta dari kecamatan lainnya. Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan menuju Alun-alun Jember sebagai titik finis.

Sepanjang rute, para peserta tampak membawa atribut kecamatan, spanduk, dan yel-yel penyemangat. Antusiasme warga yang menyaksikan dari sepanjang jalur Tanggul–Jember turut menambah semangat para peserta.

Tajemtra 2026 diikuti ribuan peserta dari berbagai unsur, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), perangkat desa, pelajar, komunitas, hingga masyarakat umum. Untuk mendukung keselamatan peserta, panitia menyiapkan sejumlah pos kesehatan, air minum, serta ambulans di beberapa titik.

Wakil Bupati Jember yang hadir dalam kegiatan tersebut turut mengapresiasi partisipasi dan kekompakan seluruh kecamatan.

“49 tahun Tajemtra berjalan. Ini bukan waktu yang singkat. Ini adalah bukti komitmen masyarakat Jember untuk menjaga warisan budaya. Terima kasih kepada Kecamatan Silo dan semua pihak yang telah berpartisipasi,” ujarnya.

Bagi Kecamatan Silo, Tajemtra juga menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antaraparat dan perangkat desa. Kebersamaan yang terbangun selama perjalanan diharapkan tidak berhenti setelah peserta mencapai garis finis.

“Kami ingin menanamkan nilai kebersamaan dan kerja tim. Kalau kita bisa jalan bareng sejauh ini, insyaallah melayani masyarakat juga bisa lebih kompak,” kata Bagas.

Sesampainya di Alun-alun Jember, rombongan Kecamatan Silo disambut meriah. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah, hiburan rakyat, serta penyerahan penghargaan kepada peserta atau kecamatan dengan partisipasi terbaik.

Bagi masyarakat Jember, Tajemtra bukan sekadar agenda tahunan. Tradisi ini telah berkembang menjadi ruang yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam satu perjalanan yang sarat nilai sejarah dan kebersamaan.

Bagas berharap semangat yang lahir selama Tajemtra dapat terus dibawa ke lingkungan kerja dan pelayanan publik.

“Mari kita bawa semangat Tajemtra ini pulang ke desa masing-masing. Melayani dengan hati, bekerja dengan kompak, dan terus menjaga tradisi Jember,” pungkasnya.

Tajemtra 2026 pun kembali menjadi pengingat bahwa tradisi tidak cukup hanya dikenang. Tradisi harus terus dijalani, dirawat, dan diwariskan agar tetap hidup di tengah perubahan zaman. (nov)