logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumberjambe

Kecamatan Sumberjambe Mantapkan Home Care Usai Supervisi Bakesbangpol

  • 20 Agustus 2026
  • Dibaca 140 Kali
Bagikan Via:
kecamatan-sumberjambe-mantapkan-home-care-usai-supervisi-bakesbangpol-20260820

Kecamatan Sumberjambe Mantapkan Home Care Usai Supervisi Bakesbangpol

JEMBER, 20 AGUSTUS 2026 – Pemerintah Kecamatan Sumberjambe menggelar rapat pemantapan pelaksanaan program Home Care di Pendopo Kecamatan Sumberjambe, Kamis 20 Agustus 2026. Rapat yang dipimpin Camat Sumberjambe Djoni Nurtjahjono, S.H., M.Si., didampingi Sekretaris Kecamatan Lily N., tersebut diikuti seluruh karyawan dan staf kecamatan, termasuk Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), untuk menindaklanjuti hasil supervisi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember.

Rapat tersebut menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kecamatan Sumberjambe dalam memastikan berbagai persiapan program Home Care semakin matang sebelum pelaksanaannya di tengah masyarakat. Pembahasan diarahkan pada hasil supervisi Bakesbangpol Jember yang sebelumnya dilaksanakan pada Rabu 19 Agustus 2026, sekaligus menyusun langkah tindak lanjut yang perlu dilakukan oleh jajaran kecamatan bersama unsur terkait.

Dalam rapat, jajaran Kecamatan Sumberjambe melakukan evaluasi terhadap sejumlah hal yang menjadi perhatian dalam supervisi, terutama berkaitan dengan kesiapan pelayanan, koordinasi antarunsur, pemutakhiran data sasaran, serta dukungan terhadap pelaksanaan pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat.

Program Home Care sendiri disiapkan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada warga yang memiliki keterbatasan dalam mengakses fasilitas kesehatan. Kelompok sasaran di wilayah Sumberjambe meliputi warga dengan penyakit kronis, lansia tunggal, ibu hamil risiko tinggi, penyandang disabilitas, warga dengan permasalahan stunting, serta kelompok masyarakat lain yang membutuhkan pendampingan.

Camat Sumberjambe, Djoni Nurtjahjono menyampaikan, rapat internal tersebut penting untuk memastikan hasil supervisi tidak berhenti pada evaluasi, tetapi segera ditindaklanjuti melalui langkah konkret di tingkat kecamatan.

“Setelah supervisi dari Bakesbangpol, kami perlu menyamakan kembali pemahaman seluruh jajaran terkait apa saja yang harus diperkuat. Home Care ini bukan hanya kegiatan pelayanan kesehatan, tetapi membutuhkan koordinasi yang baik agar masyarakat yang menjadi sasaran benar-benar mendapatkan pelayanan. Karena itu, kami akan terus melakukan pemantapan bersama seluruh unsur yang ada di kecamatan,” ujar Djoni.

Menurutnya, keberhasilan program Home Care sangat ditentukan oleh kesiapan data, komunikasi antarpetugas, serta keterlibatan perangkat desa dan unsur pendukung lainnya. Dengan koordinasi yang terarah, pelayanan diharapkan dapat diberikan secara lebih cepat dan tepat kepada warga yang membutuhkan.

Rapat juga menjadi momentum untuk memperkuat peran seluruh karyawan dan staf Kecamatan Sumberjambe dalam mendukung program tersebut. Masing-masing unsur diharapkan memahami tugas dan tanggung jawabnya sehingga pelaksanaan Home Care dapat berjalan terintegrasi dan tidak hanya bergantung pada satu perangkat atau instansi.

Sebelumnya, dalam kegiatan monitoring dan evaluasi Bakesbangpol Jember, jajaran Kecamatan Sumberjambe bersama Puskesmas Sumberjambe telah memaparkan kesiapan program, mulai dari data kelompok sasaran, tenaga kesehatan, sarana prasarana, obat-obatan, hingga pola koordinasi lintas sektor.

Puskesmas Sumberjambe mencatat terdapat sejumlah kelompok masyarakat yang menjadi sasaran pelayanan Home Care di sembilan desa. Data tersebut antara lain mencakup 196 warga dengan penyakit kronis, 488 lansia tunggal, 227 ibu hamil risiko tinggi, 211 kasus stunting, 329 penyandang disabilitas, serta 32 pengasuh pondok pesantren.

Dari sisi sarana, Puskesmas Sumberjambe juga telah memiliki satu unit mobil Home Care beserta perlengkapannya. Dukungan tenaga kesehatan dan ketersediaan obat-obatan menjadi bagian lain yang terus dipersiapkan agar pelayanan nantinya dapat diberikan secara optimal.

Selain aspek kesehatan, program ini juga membutuhkan dukungan lintas sektor. Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Layanan Rujukan Terpadu (LRT) dari Dinas Sosial menjadi bagian penting dalam mendukung penanganan masyarakat yang membutuhkan pendampingan di luar aspek medis.

Djoni menambahkan, Kecamatan Sumberjambe akan terus membangun komunikasi dengan Puskesmas, pemerintah desa, tenaga kesehatan, pendamping sosial, serta unsur terkait lainnya. Langkah tersebut diperlukan agar data sasaran terus diperbarui dan pelayanan dapat menyesuaikan kondisi masyarakat di masing-masing wilayah.

“Yang kami inginkan adalah ketika program ini berjalan, masyarakat tidak hanya mengetahui adanya Home Care, tetapi benar-benar merasakan manfaatnya. Untuk itu, koordinasi harus dilakukan sejak awal, termasuk dengan desa dan petugas di lapangan. Kami ingin pelayanan ini tepat sasaran, responsif, dan mampu menjangkau warga yang memang mengalami keterbatasan untuk datang ke fasilitas kesehatan,” katanya.

Pemantapan Home Care di Kecamatan Sumberjambe juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. dalam memperkuat pelayanan dasar yang lebih dekat dengan masyarakat.

Melalui program tersebut, pemerintah berupaya memastikan kelompok rentan memperoleh akses pelayanan kesehatan secara layak dan berkesinambungan. Pendekatan pelayanan secara langsung diharapkan dapat menjadi solusi bagi warga yang karena kondisi usia, penyakit, disabilitas, maupun keterbatasan lainnya tidak mudah memperoleh layanan kesehatan secara mandiri. (wd)

Galeri Foto