logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan

Keeping Contest JeKC Buktikan Koi Tak Sekadar Hobi, Potensi Ekonomi Capai Belasan Juta Rupiah

  • 17 Juni 2026
  • Dibaca 31 Kali
Bagikan Via:
keeping-contest-jekc-buktikan-koi-tak-sekadar-hobi-potensi-ekonomi-capai-belasan-juta-rupiah-20260617

Keeping Contest JeKC Buktikan Koi Tak Sekadar Hobi, Potensi Ekonomi Capai Belasan Juta Rupiah

JEMBER, 17 JUNI 2026 – Komunitas pecinta ikan koi di Kabupaten Jember kembali menunjukkan eksistensinya melalui Penjurian Keeping Contest yang diselenggarakan oleh Jember Koi Club (JeKC). Kegiatan tersebut berlangsung di Warung Kembang, Jalan Semeru Nomor 89, Kecamatan Ajung, pada Minggu 14 Juni 2026.

Acara ini mendapat dukungan dari Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan Kabupaten Jember. Hadir dalam kegiatan tersebut Agus Setiawan selaku Aparatur Pengawas Hasil Perikanan (APHP) Terampil dan Riko Darmawan sebagai Penyuluh Lapangan Kelautan dan Perikanan (PLKP) Terampil.

Kehadiran perwakilan pemerintah daerah menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan sektor perikanan hias yang tidak hanya berorientasi pada hobi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat.

Keeping Contest merupakan kompetisi yang menguji kemampuan peserta dalam memelihara ikan koi selama periode tertentu. Pada awal kompetisi yang dimulai pada Maret 2026, setiap peserta menerima ikan koi berusia sekitar empat bulan dengan ukuran antara 11 hingga 14 sentimeter yang berasal dari indukan yang sama.

Setelah dipelihara selama tiga bulan, ikan-ikan tersebut dinilai berdasarkan perkembangan kualitas warna, bentuk tubuh, serta kondisi keseluruhan. Konsep ini dianggap lebih menantang karena keberhasilan peserta ditentukan oleh kemampuan perawatan dan manajemen pemeliharaan yang dilakukan selama masa kontes.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari jajaran pengurus JeKC dan perwakilan Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan Kabupaten Jember. Selanjutnya, panitia melakukan registrasi peserta serta penyiapan ikan koi, termasuk pengisian oksigen ke dalam kantong plastik sebelum ikan diaklimatisasi di kolam terpal yang telah disediakan.

Sebanyak 45 ekor koi varietas Kohaku mengikuti kontes tersebut. Dari jumlah itu, 23 ekor masuk kategori ukuran 1–30 sentimeter, sedangkan 22 ekor lainnya berada pada kategori ukuran di atas 30 sentimeter.

Dewan juri melakukan penilaian berdasarkan tiga aspek utama, yakni colour (warna), body shine atau kualitas warna dasar putih (shiroji), serta body shape atau bentuk tubuh.

Agus Setiawan menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi para penghobi maupun pembudidaya ikan koi.

“Keeping Contest ini sangat positif karena bukan hanya sekadar lomba, tetapi juga menjadi sarana belajar bersama. Kami ditantang untuk membuktikan kemampuan dalam merawat ikan selama beberapa bulan. Harapannya, kegiatan seperti ini terus berlanjut karena mampu meningkatkan kualitas penghobi dan pembudidaya koi di Jember,” ujarnya.

Selain menjadi ajang kompetisi dan edukasi, kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan. Berdasarkan data panitia, sesi lelang yang digelar dalam rangkaian acara berhasil mencatatkan omzet sekitar Rp9 juta.

Dengan asumsi harga rata-rata ikan koi mencapai Rp250 ribu per ekor, total nilai ekonomis dari 45 ekor koi yang mengikuti kegiatan tersebut diperkirakan mencapai Rp11,25 juta.

Acara berlangsung meriah hingga penyerahan hadiah kepada para pemenang dan pembagian door prize. Penyelenggaraan Keeping Contest JeKC 2026 menjadi bukti bahwa perikanan hias, khususnya ikan koi, memiliki prospek yang terus berkembang di Kabupaten Jember, baik sebagai sarana rekreasi maupun sebagai peluang usaha yang menjanjikan. (ran)

Galeri Foto