logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Kekeringan Melanda Baratan Timur Jember, BPBD Distribusikan 5.000 Liter Air Bersih untuk 90 KK

  • 06 September 2026
  • Dibaca 248 Kali
Bagikan Via:
kekeringan-melanda-baratan-timur-jember-bpbd-distribusikan-5000-liter-air-bersih-untuk-90-kk-20260906

Kekeringan Melanda Baratan Timur Jember, BPBD Distribusikan 5.000 Liter Air Bersih untuk 90 KK

JEMBER, 06 SEPTEMBER 2026 – Kekeringan yang melanda Lingkungan Baratan Timur, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, membuat puluhan keluarga kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih.

Distribusi air bersih ke-5 dampak bencana kekeringan tersebut dilakukan pada Sabtu, 05 September 2026 malam. Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan dan ditampung di empat tandon milik BPBD yang telah tersedia di lokasi.

Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Jember tiba di lokasi sekitar pukul 18.00 WIB untuk melakukan koordinasi dengan perangkat kelurahan, RT/RW, warga, serta mendampingi proses distribusi air bersih.

Petugas TRC-PB BPBD Jember, Rheza Pratama Ensas Pahlevi, mengatakan distribusi dilakukan sebagai tindak lanjut permohonan bantuan dari Kelurahan Baratan.

“Bantuan ini merupakan tindak lanjut dari permohonan Kelurahan Baratan karena warga di Baratan Timur mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan,” kata Rheza.

Permohonan tersebut disampaikan melalui Surat Kelurahan Baratan Nomor 400/07/35.09.02.2008/2026 tentang Permohonan Bantuan Air Bersih di Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang.

Menurut Rheza, kekeringan telah dirasakan warga sejak Agustus 2026. Khususnya di RT 02 dan RT 03 RW 09, hingga kini belum tersedia jaringan pipanisasi yang dapat memenuhi kebutuhan air warga.

Kondisi semakin sulit karena sebagian besar sumur warga mulai mengering. Air yang masih tersedia juga dilaporkan keruh sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, sungai yang berjarak sekitar 700 meter dari permukiman juga telah mengering. Kondisi tersebut membuat warga harus mencari sumber air dari wilayah lain.

“Sebagian warga membeli air galon atau air isi ulang. Sebagian lainnya mengambil air dari Baratan Wetan yang jaraknya sekitar satu kilometer dari permukiman,” ujar Rheza.

Berdasarkan pendataan, terdapat sekitar 150 KK di RT 02/RW 09, dengan sekitar 40 KK di antaranya membutuhkan bantuan air bersih. Sedangkan di RT 03/RW 09 terdapat sekitar 200 KK, dengan sekitar 50 KK membutuhkan pasokan air.

Dengan demikian, total terdapat sekitar 90 KK yang membutuhkan dukungan air bersih.

Untuk memastikan penyaluran berjalan tertib, BPBD menempatkan empat tandon di lokasi. Di RT 03/RW 09, pangkon tandon telah tersedia di halaman rumah warga. Sementara di RT 02/RW 09 tersedia dua tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter dengan pangkon yang telah disiapkan.

Selain distribusi, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kondisi kekeringan dan pentingnya pengelolaan air secara bijak selama musim kemarau.

Rheza menyebut kondisi di lokasi saat ini aman dan terkendali. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan kondusif tanpa kendala.

BPBD Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih 5.000 liter dilakukan setiap dua hari sekali selama kebutuhan warga masih berlangsung. Penanganan lanjutan juga akan dikoordinasikan dengan perangkat daerah dan instansi terkait untuk mengatasi persoalan kekeringan di wilayah tersebut. (tgh)

Galeri Foto