Kekeringan Melanda Klayu Mayang, Pusdalops BPBD Jember Dampingi PDAM Salurkan 5.000 Liter Air Bersih
- 23 Oktober 2026
- Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
Kekeringan Melanda Klayu Mayang, Pusdalops BPBD Jember Dampingi PDAM Salurkan 5.000 Liter Air Bersih
JEMBER, 23 Oktober 2026 — Kekeringan yang melanda Dusun Klayu, Desa Tegalwaru, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, membuat ratusan keluarga kesulitan mendapatkan air bersih. Menanggapi kondisi tersebut, Pusdalops BPBD Kabupaten Jember melakukan pendampingan distribusi air bersih bersama Perumdam Tirta Pandalungan atau PDAM setempat.
Anggota Pusdalops BPBD Kabupaten Jember, Firman Arifianto, mengatakan distribusi air bersih dilakukan pada Kamis, 22 Oktober 2026 sebagai respons atas laporan warga mengenai sumur yang mengering akibat musim kemarau.
"Tim BPBD melakukan pendampingan bersama PDAM untuk memastikan distribusi air bersih sampai kepada warga dan tandon yang telah disiapkan. Dalam kegiatan ini disalurkan 5.000 liter air bersih," kata Firman.
Menurut dia, kondisi kekeringan cukup berdampak terhadap kehidupan warga di Dusun Klayu. Khususnya di RT 04, RT 02, dan RT 03 RW 02 yang selama ini mengandalkan sumur sebagai sumber utama air bersih.
Di RT 04 RW 02, misalnya, tidak terdapat jaringan pipanisasi yang mengalir langsung ke rumah warga. Sumur warga yang memiliki kedalaman sekitar 12 hingga 15 meter kini mengering.
Akibatnya, warga harus mengambil air dari kawasan Pasar Sapi yang berjarak sekitar satu kilometer. Sebagian warga lainnya terpaksa membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara kebutuhan mandi dan mencuci dilakukan dengan memanfaatkan air sungai.
"Untuk sementara, warga masih harus mencari sumber air di lokasi lain. Karena itu distribusi air bersih menjadi penting untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka selama kondisi kekeringan berlangsung," ujar Firman.
Berdasarkan pendataan BPBD, kekeringan berdampak terhadap 45 keluarga di RT 04 RW 02, sebanyak 74 keluarga di RT 02 RW 02, dan 72 keluarga di RT 03 RW 02. Dengan demikian, sedikitnya 191 keluarga terdampak kesulitan air bersih di wilayah tersebut.
Dalam kegiatan tersebut, tim BPBD tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB. Selain mendampingi PDAM menyalurkan air, petugas juga menempatkan dan memanfaatkan empat tandon air yang telah disediakan BPBD.
BPBD juga memberikan edukasi kebencanaan kepada warga agar masyarakat dapat mengantisipasi dampak kekeringan serta menggunakan persediaan air secara bijak.
Firman mengatakan, distribusi air bersih tersebut merupakan bagian dari upaya penanganan kekeringan secara berkelanjutan. Hingga 22 Oktober 2026, total air bersih yang telah disalurkan ke wilayah terdampak dalam rangkaian kegiatan tersebut mencapai 27.500 liter.
"Rekomendasinya, distribusi air bersih dilanjutkan setiap tiga hari sekali dengan armada tangki berkapasitas 5.000 liter. Selain itu, kondisi ini perlu diteruskan kepada dinas terkait untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," kata Firman.
BPBD Jember bersama PDAM, perangkat RT/RW, dan warga akan terus melakukan koordinasi agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama kekeringan berlangsung.(tgh)