logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Kemarau Belum Berakhir, 190 KK di Jatian Pakusari Masih Membutuhkan Bantuan Air

  • 18 Oktober 2026
  • Dibaca 38 Kali
Bagikan Via:
kemarau-belum-berakhir-190-kk-di-jatian-pakusari-masih-membutuhkan-bantuan-air-20261019

Kemarau Belum Berakhir, 190 KK di Jatian Pakusari Masih Membutuhkan Bantuan Air

JEMBER, 18 OKTOBER 2026 – Dampak musim kemarau masih dirasakan warga Kabupaten Jember. Di Dusun Krajan, Desa Jatian, Kecamatan Pakusari, sebagian masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih setelah sumber air alternatif mulai menyusut dan sejumlah sumur warga mengering.

Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih pada Minggu, 18 Oktober 2026. Dalam distribusi ke-17 ini, BPBD Jember mengirimkan 5.000 liter air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

Berdasarkan hasil asesmen, sekitar 190 kepala keluarga (KK) menjadi sasaran penanganan di sejumlah wilayah Dusun Krajan. Rinciannya, sebanyak 50 KK di RT 02/RW 08 dari total 129 KK dan 140 KK di RT 01/RW 06 dari total 200 KK membutuhkan bantuan air bersih.

Sementara itu, warga di RT 01/RW 10 dan RT 02/RW 10 dilaporkan masih memiliki ketersediaan air untuk kebutuhan minum. Namun, kebutuhan air untuk mandi dan mencuci masih menjadi perhatian.

Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember, Nanang Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa distribusi dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan pemerintah desa dan permohonan bantuan dari Kecamatan Pakusari serta Desa Jatian.

“Penyaluran air bersih ini merupakan upaya membantu warga yang terdampak kekeringan. Kami juga melakukan koordinasi dengan perangkat setempat serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kondisi kekeringan dan pentingnya penggunaan air secara bijak,” ujar Nanang.

Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa warga harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan air dari sumber alternatif. Di RT 02/RW 08, sumber air terdekat berjarak sekitar 300 meter dari permukiman, sedangkan di RT 01/RW 06 jaraknya mencapai sekitar 700 meter. Debit air pada sumber-sumber tersebut juga mulai mengecil.

Situasi semakin memprihatinkan karena sebagian sumur warga mengalami penurunan debit secara signifikan. Dari delapan sumur yang terpantau di RT 02/RW 08, sekitar 90 persen telah memperlihatkan dasar sumur, bahkan sebagian di antaranya mengeluarkan bau tidak sedap.

Adapun sumber air dari sungai yang berjarak sekitar 200 hingga 500 meter dari permukiman dinilai tidak layak untuk dikonsumsi. Kondisi ini membuat bantuan air bersih menjadi penting untuk mendukung pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, TRC BPBD Jember tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB untuk melakukan koordinasi, mendistribusikan 5.000 liter air bersih ke tandon milik BPBD, mendokumentasikan kegiatan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat. Di lokasi terdampak juga telah tersedia sejumlah tandon bantuan BPBD untuk menampung air yang didistribusikan.

Penanganan kekeringan tersebut mengacu pada Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026.

Berdasarkan rekomendasi hasil asesmen, distribusi air bersih di wilayah tersebut perlu dilanjutkan menggunakan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter setiap lima hari sekali. Selain itu, hasil asesmen akan menjadi bahan tindak lanjut bagi dinas terkait dalam penanganan dampak kekeringan.

BPBD Jember terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui penyaluran bantuan berdasarkan kebutuhan di lapangan. Koordinasi dengan pemerintah desa, perangkat RT/RW, dan warga menjadi bagian penting agar penanganan kekeringan dapat berjalan tepat sasaran.

Melalui distribusi berkelanjutan tersebut, diharapkan kebutuhan air bersih masyarakat Dusun Krajan, Desa Jatian, Kecamatan Pakusari, dapat terbantu selama musim kemarau masih berlangsung. (bob)

Galeri Foto