Kolaborasi Merawat Alam Indonesia, Disporabudpar Jember Perkuat Aksi Konservasi Bersama TNMB
- 02 Agustus 2026
- Dibaca 32 Kali
Bagikan Via:
Kolaborasi Merawat Alam Indonesia, Disporabudpar Jember Perkuat Aksi Konservasi Bersama TNMB
JEMBER, 02 AGUSTUS 2026 – Komitmen menjaga kelestarian lingkungan terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Dalam rangka memperingati momentum pelestarian lingkungan dan penguatan ekowisata, Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Jember bersama Balai Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) menggelar rangkaian kegiatan konservasi bertajuk "Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia", Minggu 02 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah dan pengelola kawasan konservasi dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem. Berbagai agenda dilaksanakan di kawasan pesisir selatan Jember, salah satunya pelepasan tukik atau anak penyu ke habitat alaminya sebagai simbol harapan bagi keberlangsungan satwa yang dilindungi.
Pelepasan penyu dilakukan secara bersama-sama oleh para peserta yang terdiri dari unsur pemerintah, pengelola kawasan konservasi, komunitas peduli lingkungan, pelajar, hingga masyarakat sekitar. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kelestarian alam bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Selain pelepasan penyu, kegiatan juga diisi dengan edukasi mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, perlindungan habitat satwa liar, serta penguatan kolaborasi dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis konservasi. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diajak memahami bahwa alam yang terjaga akan memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata yang berkelanjutan.
Kabupaten Jember sendiri memiliki kekayaan alam yang luar biasa, termasuk kawasan Taman Nasional Meru Betiri yang dikenal sebagai salah satu kawasan konservasi penting di Indonesia. Kawasan ini menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna endemik serta memiliki garis pantai yang menjadi lokasi bertelurnya beberapa spesies penyu yang dilindungi. Potensi tersebut menjadi aset berharga yang harus dijaga bersama agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Kepala Bidang Pariwisata Disporabudpar Kabupaten Jember, Yunita Maharani, S.STP.,M.Si menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pembangunan pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga menempatkan aspek konservasi sebagai fondasi utama.
"Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan. Pariwisata yang berkualitas hanya dapat terwujud apabila alam tetap terjaga. Karena itu, sinergi antara pemerintah, pengelola kawasan konservasi, komunitas, dunia pendidikan, hingga masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Jember," ujar Yunita.
Ia menambahkan bahwa kegiatan konservasi seperti pelepasan penyu bukan sekadar seremonial, melainkan memiliki nilai edukasi yang sangat penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap perlindungan satwa dan ekosistem.
"Kami berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap kekayaan alam yang dimiliki Jember. Ketika masyarakat ikut menjaga lingkungan, maka manfaatnya akan kembali kepada masyarakat itu sendiri, baik melalui terjaganya keseimbangan ekosistem maupun berkembangnya sektor pariwisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan," tambahnya.
Melalui kolaborasi antara Disporabudpar Kabupaten Jember dan Balai Taman Nasional Meru Betiri, semangat "Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia" diharapkan terus tumbuh menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Upaya pelestarian lingkungan tidak hanya menjadi agenda sesaat, melainkan budaya yang terus diwariskan agar kekayaan alam Kabupaten Jember tetap lestari, menjadi rumah yang aman bagi satwa liar, sekaligus menjadi daya tarik wisata alam yang memberikan manfaat ekonomi tanpa mengesampingkan prinsip-prinsip konservasi. (ram)