logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Krisis Air Berulang, 90 KK di Baratan Timur Jember Kembali Dapat 5.000 Liter

  • 13 September 2026
  • Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
krisis-air-berulang-90-kk-di-baratan-timur-jember-kembali-dapat-5000-liter-20260913

Krisis Air Berulang, 90 KK di Baratan Timur Jember Kembali Dapat 5.000 Liter

JEMBER, 13 SEPTEMBER 2026 – Krisis air bersih kembali dirasakan warga Lingkungan Baratan Timur, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Jember. Sebanyak 90 kepala keluarga (KK) yang tersebar di RT 02 dan RT 03 RW 09 masih membutuhkan pasokan air bersih setelah sebagian besar sumur warga mulai mengering dan sungai di sekitar permukiman turut mengering.

Kondisi tersebut membuat sebagian warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air isi ulang, sementara warga lainnya terpaksa mengambil air dari wilayah Baratan Wetan yang berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, BPBD Kabupaten Jember kembali melakukan pendampingan distribusi air bersih pada Minggu (13/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut permohonan bantuan air bersih dari Kelurahan Baratan kepada pemerintah daerah.

Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Jember tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB. Petugas kemudian melakukan koordinasi dengan perangkat kelurahan, RT/RW dan warga sebelum mendampingi proses distribusi air bersih yang dilakukan Perumdam Tirta Pandalungan.

Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan dan ditampung melalui empat tandon milik BPBD yang telah tersedia di lokasi. Distribusi tersebut dilakukan untuk memastikan air dapat ditampung dan dimanfaatkan oleh warga terdampak secara lebih teratur.

Data di lapangan menunjukkan, dari sekitar 150 KK yang berada di RT 02/RW 09, terdapat sekitar 40 KK yang membutuhkan bantuan air bersih. Sedangkan di RT 03/RW 09, dari sekitar 200 KK, sebanyak 50 KK membutuhkan pasokan air.

Dengan demikian, total terdapat sekitar 90 KK yang saat ini membutuhkan dukungan air bersih.

TRC BPBD Jember, Iwan Mujiartono, mengatakan kondisi kekeringan di wilayah tersebut masih memerlukan penanganan secara berkala. Terlebih, wilayah RT 02 dan RT 03 RW 09 hingga kini belum memiliki jaringan pipanisasi yang dapat menjadi sumber air alternatif bagi warga.

“Sebagian sumur warga sudah mulai mengering dan airnya keruh. Sungai yang berjarak sekitar 700 meter dari permukiman juga sudah mengering dan tidak dapat dimanfaatkan, sehingga distribusi air menjadi salah satu upaya untuk membantu kebutuhan warga,” ujar Iwan.

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan sebagian masyarakat harus mencari alternatif sumber air. Ada warga yang membeli air galon atau air isi ulang, sedangkan sebagian lainnya mengambil air dari Baratan Wetan dengan jarak sekitar satu kilometer.

Selain menyalurkan bantuan, petugas BPBD juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kondisi kekeringan dan pentingnya menghemat penggunaan air selama musim kemarau.

Dari sisi kesiapan fasilitas, empat tandon BPBD telah tersedia di lokasi. Untuk RT 03/RW 09, pangkon tandon telah tersedia di halaman rumah warga. Sementara di RT 02/RW 09 telah tersedia dua tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter dengan pangkon yang juga sudah siap digunakan.

Keberadaan tandon tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung distribusi air secara berkala. Dengan adanya tempat penampungan di titik yang telah ditentukan, proses penyaluran air berikutnya diharapkan dapat berlangsung lebih efektif.

BPBD Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih ke Lingkungan Baratan Timur dilakukan setiap dua hari sekali selama kondisi kekeringan masih berlangsung. Frekuensi tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan kondisi sumber air di lapangan.

Selain penanganan darurat melalui distribusi air, BPBD juga merekomendasikan agar persoalan tersebut diteruskan kepada dinas terkait untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut pascakejadian. Langkah tersebut diperlukan agar masyarakat tidak terus-menerus bergantung pada bantuan air apabila kekeringan berlangsung dalam waktu panjang.

Iwan menambahkan, koordinasi antara BPBD, perangkat kelurahan, RT/RW dan masyarakat akan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan air warga tetap terpantau.

“Yang kami lakukan saat ini adalah memenuhi kebutuhan air bersih warga sekaligus memantau kondisi di lapangan. Selanjutnya, kebutuhan dan kondisi sumber air akan terus dievaluasi untuk menentukan langkah penanganan berikutnya,” jelasnya.

Kegiatan distribusi air bersih selesai sekitar pukul 13.00 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar dan kondusif tanpa kendala.

Dengan kondisi sumur yang terus menurun dan sungai sekitar permukiman yang telah mengering, distribusi 5.000 liter air bersih menjadi bantuan penting bagi 90 KK terdampak di Baratan Timur. BPBD Jember bersama pihak terkait akan terus memantau kondisi tersebut dan menyiapkan distribusi lanjutan sesuai kebutuhan masyarakat. (bob)

Galeri Foto