Kupatan Warisan Budaya yang Harus Dijaga, ini Pesan Bupati Jember Gus Fawait
- 25 Maret 2026
- Dibaca 332 Kali
Bagikan Via:
Kupatan Warisan Budaya yang Harus Dijaga, ini Pesan Bupati Jember Gus Fawait
JEMBER, 25 MARET 2026 – Tradisi kupatan tidak sekadar menjadi perayaan pasca-Lebaran, tetapi juga mengandung makna spiritual yang mendalam bagi masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait saat menggelar acara kupatan bersama ratusan warga Jember Lor di Pendopo Wahyawibawagraha, Rabu 25 Maret 2026.
Bupati yang akrab disapa Gus Bupati tersebut menegaskan, kupatan merupakan warisan budaya yang sarat nilai religius dan kearifan lokal. Tradisi ini menjadi pengingat bagi generasi saat ini untuk tidak melupakan asal-usul serta jasa orang tua dan para leluhur.
“Tradisi kupatan ini, bagi saya, menjadi bagian penting untuk mengenang leluhur dan orang tua kita. Melalui kegiatan ini, kita diajak untuk terus mengingat mereka, mendoakan mereka bersama-sama, sekaligus menjaga warisan tradisi dan budaya yang telah ditinggalkan,” ujar Fawait.
Menurut dia, setiap pelaksanaan kupatan tidak hanya menghadirkan kebersamaan, tetapi juga mengandung doa dan harapan yang dipanjatkan secara kolektif oleh masyarakat. Momentum tersebut menjadi ruang refleksi untuk memperkuat nilai spiritualitas sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
Fawait berharap tradisi kupatan tidak berhenti sebagai rutinitas tahunan semata. Ia mengajak masyarakat untuk memaknainya secara lebih dalam sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan sarana meningkatkan keimanan.
“Mudah-mudahan dengan adanya kupatan, kita senantiasa ingat kepada leluhur kita. Bagi yang telah meninggal dunia, semoga diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT, dilapangkan kuburnya, serta diterima seluruh amal ibadahnya,” tuturnya.
Ia juga berharap masyarakat Jember senantiasa mendapatkan keberkahan dari doa-doa yang dipanjatkan dalam tradisi tersebut. “Semoga kita semua mendapatkan keberkahan dari orang tua dan para leluhur kita,” katanya.
Hingga kini, tradisi kupatan masih terus dilestarikan masyarakat Jember sebagai bagian dari identitas budaya. Selain memperkuat nilai religius, tradisi ini juga menjadi simbol kebersamaan yang tetap terjaga di tengah dinamika kehidupan sosial. (rus)