Lima dari Enam Desa di Kecamatan Jombang Tuntaskan Penyaluran Insentif 295 Guru Ngaji
- 14 Maret 2026
- Dibaca 209 Kali
Bagikan Via:
Lima dari Enam Desa di Kecamatan Jombang Tuntaskan Penyaluran Insentif 295 Guru Ngaji
JEMBER, 13 MARET 2026 – Penyaluran insentif bagi guru ngaji di Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, hampir rampung. Hingga pertengahan Maret 2026, lima dari enam desa di wilayah tersebut telah menuntaskan distribusi honor kepada ratusan guru ngaji, sehingga mereka dapat menerima insentif menjelang Hari Raya Idulfitri.
Camat Jombang Farisa Jamal Taslim, S.STP., M.M., menyampaikan bahwa proses penyaluran berjalan lancar setelah desa-desa menyelesaikan tahapan verifikasi data penerima. Dari enam desa yang ada di Kecamatan Jombang, lima desa telah menyalurkan insentif kepada para guru ngaji di wilayah masing-masing.
Lima desa yang telah menuntaskan distribusi tersebut yakni Desa Jombang, Keting, Padomasan, Sarimulyo, dan Ngampel. Berdasarkan data yang dihimpun pemerintah kecamatan, total guru ngaji yang telah menerima insentif dari lima desa tersebut mencapai 295 orang.
“Dari enam desa di Kecamatan Jombang, lima desa sudah tuntas menyalurkan insentif kepada 295 guru ngaji dengan nominal masing-masing Rp1,5 juta. Ini menjadi bentuk sinergi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, dan desa dalam memberikan perhatian kepada para guru ngaji,” ujar Farisa, Jumat 13 Maret 2026.
Setiap guru ngaji menerima insentif sebesar Rp1.500.000. Bantuan tersebut dinilai cukup membantu para penerima, terutama menjelang Lebaran ketika kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat.
Program percepatan penyaluran insentif ini merupakan kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. Jika pada tahun-tahun sebelumnya pencairan insentif dilakukan pada akhir tahun anggaran, kini penyalurannya dipercepat agar manfaatnya dapat dirasakan sebelum Idulfitri.
Selain sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi guru ngaji dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada generasi muda di lingkungan desa, percepatan penyaluran insentif juga diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Dengan diterimanya insentif menjelang Lebaran, daya beli para guru ngaji diperkirakan meningkat dan turut menggerakkan aktivitas ekonomi di pasar-pasar lokal.
Pemerintah Kabupaten Jember menilai para guru ngaji memiliki peran penting dalam membangun karakter religius masyarakat, sehingga perhatian terhadap kesejahteraan mereka menjadi salah satu komitmen yang terus dijaga. (nay)